KKP optimalkan potensi SDM perikanan hadapi pasar bebas

id sdm perikanan,ekonomi asean,ekonomi asia tenggara

KKP optimalkan potensi SDM perikanan hadapi pasar bebas

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja. (Dokumentasi Kementerian Kelautan dan Perikanan)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengoptimalkan potensi sumber daya manusia (SDM) di sektor kelautan dan perikanan nasional terutama dalam menghadapi tantangan seperti pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN dan fenomena lainnya seperti perang dagang.

Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan KKP Sjarief Widjaja dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan bahwa saat ini Indonesia memasuki era pasar bebas di lingkup ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Era ini menghadirkan persaingan yang sengit dan kompetitif antar negara-negara di Asia Tenggara dalam segala bidang. Untuk memenangkan persaingan tersebut, Indonesia harus memaksimalkan potensi sumber daya manusianya," ucap Sjarief.

Selaras dengan program pemerintah, Sjarief juga menekankan pentingnya pembangunan SDM pada era industri 4.0 yang kerap didengungkan oleh pemerintah. Disampaikan bahwa riset yang ada bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peneliti, menciptakan inovasi serta meningkatkan daya saing.

Terkait dengan pengembangan SDM, Sjarief mendorong Pusriskan (Pusat Riset Perikanan) untuk dapat mencetak doktor dan profesor melalui beasiswa pendidikan, agar dapat menjawab tantangan dalam dunia riset dan inovasi.

Sebelumnya saat menghadiri KTT ASEAN di Bangkok pada 22 Juni lalu, Presiden Joko Widodo mendorong sektor swasta ASEAN agar terus mencari peluang di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

"Kalangan swasta ASEAN justru harus mencoba cari peluang sambil terus perkuat jejaring untuk memperkokoh integrasi," ucap Presiden dan menambahkan, proses integrasi ekonomi memang tidak mudah di tengah tren unilateralisme.

Oleh sebab itu, Presiden menyampaikan posisi Indonesia yang terus mendorong agar negara anggota ASEAN tetap berkomitmen terhadap penyelesaian negosiasi RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership).

Baca juga: Susi inginkan SDM perikanan jadi prioritas pembangunan
Baca juga: Menteri Susi: perlu penataan sumber daya manusia perikanan, kelautan
Baca juga: Pemerintah siapkan pendidikan SDM kelautan dan perikanan berkualitas

Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar