Tol Cisumdawu ditargetkan rampung 2020, dukung akses Bandara Kertajati

id tol cisumdawu,bandara kertajati,basuki hadimuljono,kementerian pupr

Tol Cisumdawu ditargetkan rampung 2020, dukung akses Bandara Kertajati

Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 61 kilometer yang menghubungkan ke Bandara Kertajati di Provinsi Jawa Barat ditargetkan rampung seluruhnya pada akhir 2020. (Dokumentasi Kementerian PUPR)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 61 kilometer di Jawa Barat, ditargetkan rampung seluruhnya pada akhir 2020.

"Jalan tol yang terdiri dari enam seksi tersebut akan menghubungkan Cileunyi hingga Kertajati, dan diharapkan dapat meningkatkan konektivitas ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang sudah mulai beroperasi," kata Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Hal tersebut diungkapkannya saat meninjau proyek pembangunan Jalan Tol Cisumdawu. Peninjauan tersebut dilakukan mulai dari Seksi 1 di Cileunyi hingga Seksi 3 di pintu keluar Tol Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

Berdasarkan kontrak, kata Basuki, Jalan Tol Cisumdawu ditargetkan selesai tahun 2021, tetapi dengan percepatan operasional BIJB Kertajati maka jalan tol ini sangat ditunggu kehadirannya, karena signifikan sekali manfaatnya untuk meningkatkan pergerakan lalu lintas menuju Bandara Kertajati.

Dari keenam seksi, Menteri Basuki menyatakan seksi 1-3 ruas Cileunyi-Cimalaka (33 kilometer) ditargetkan dapat rampung pada akhir 2019. Seksi 1 dan 2 sepanjang 27,62 kilometer mulai dari Cileunyi hingga Sumedang dikerjakan oleh Kementerian PUPR sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut.

Untuk progres pembebasan lahan, pada Seksi 1 Cileunyi-Rancakalong (10,57 kilometer) sudah mencapai 68,53 persen dan progres konstruksi 32,1 persen. Seksi 2 (17,05 kilometer) Fase I dari Rancakalong-Ciherang sudah selesai tahun 2017 dan Fase II Ciherang-Sumedang pembebasan lahannya mencapai 92,2 persen dan untuk konstruksi sudah 69,14 persen.
Baca juga: Percepatan pembangunan Tol Cisumdawu terkendala pembebasan lahan
Baca juga: Tol Cisumdawu di Sumedang dibuka untuk kendaraan pemudik


Sementara Seksi 3 hingga Seksi 6 yang menghubungkan Sumedang-Cimalaka-Legok-Ujung Jaya-Dawuan sepanjang 32,65 kilometer dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) dengan nilai investasi Rp8,41 triliun.

"Seksi 3 dari Sumedang ke Cimalaka 4,05 kilometer yang dikerjakan BUJT pembebasan lahannya sudah lebih dari 99 persen dan progres fisiknya sudah sekitar 74 persen, sehingga kami optimistis di akhir 2019 akan selesai. Selanjutnya tinggal pembangunan seksi 4-6," ujar  Basuki Hadimuljono.

Menteri PUPR itu juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk percepatan pengadaan lahan pada Seksi 6 ruas Ujungjaya - Dawuan (6,07 kilometer) di mana sebagian besar lahannya merupakan milik Perum Perhutani.

"Kami sudah bersurat ke Perum Perhutani dan Kementerian BUMN untuk memanfaatkan tanah Perhutani seluas 100 hektar. Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sudah saya hubungi dan prinsipnya oke, sehingga kami sudah bisa mulai konstruksi. Tinggal Seksi 4 dan 5 yang tanahnya memang masih dalam proses pembebasan, kami akan upayakan percepat" kata Basuki Hadimuljono.

Dengan beroperasinya seluruh ruas Jalan Tol Cisumdawu ditambah jalan provinsi sebagai penghubung (74 kilometer) dapat memangkas jarak Bandung- BIJB Kertajati dibandingkan jalur jalan nasional Bandung-Jatibarang (202 kilometer), ditambah jalan provinsi Jatibarang-Kertajati (29 kilometer) atau via Jalan Tol Cipularang-Cipali-Jalan Provinsi (135 kilometer).

Selain itu beroperasinya Jalan Tol Cisumdawu juga sangat diharapkan akan memperlancar konektivitas antara Jawa Barat bagian Selatan menuju Utara karena menghubungkan dua tol yang telah beroperasi yakni Tol Purbaleunyi dengan jalan Tol Cikopo - Palimanan (Cipali).

 

Pewarta : Ahmad Wijaya
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar