Pilkada di tujuh kabupaten Sumsel dinilai kurang sosialisasi

id Lkpi, pilkada 2020,OKU Timur

Pilkada di tujuh kabupaten Sumsel dinilai kurang sosialisasi

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) Arianto ketika memaparkan hasil survei calon bupati di tujuh kabupaten Sumsel yang berpeluang menang dalam Pilkada September 2020. (Antaranews.Sumsel/Yudi Abdullah/19)

Palembang (ANTARA) - Pelaksanaan pemilihan kepala daerah di tujuh kabupaten dalam wilayah Sumatera Selatan pada September 2020 dinilai kurang sosialisasi karena hingga kini banyak masyarakat yang belum mengetahui agenda politik tersebut.

"Tahun depan ada Kabupaten Ogan Ilir, Pali, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Musirawas dan Kabupaten Musirawas Utara yang akan menggelar pilkada, namun banyak masyarakat belum mengetahui ada pesta demokrasi rakyat itu," kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) Arianto di Palembang, Senin.

Berdasarkan hasil survei di sejumlah daerah yang akan menggelar Pilkada 2020, hanya sekitar 30 persen masyarakat yang telah mengetahui akan ada pesta demokrasi untuk memilih bupati dan wakil bupati di kabupatennya.

Melihat fakta hasil survei di tujuh kabupaten yang akan menggelar pilkada, pihaknya mengingatkan kepada KPU dan pemkab setempat untuk gencar melakukan sosialisasi melalui media massa, spanduk, poster dan sarana lainnya.

Baca juga: Gus Solah: Warga NU penentu Pilkada Surabaya 2020
Baca juga: Arief Budiman dinilai punya kapasitas maju dalam Pilkada Surabaya 2020
Baca juga: Demokrat jalin komunikasi politik dengan PDIP menjelang pilkada


Sementara bakal calon peserta pilkada di tujuh kabupaten tersebut mulai bermunculan. Salah satu daerah yang tampak memunculkan nama yang akan bertarung memperebutkan kursi bupati/wabup, yakni Kabupaten OKU Timur.

Pertarungan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, mulai marak. Lima bakal calon berpeluang memenangkan pertarungan itu.

Petahana HM Kholid Mawardi (bupati) dan Fery Antoni (wakil bupati) rencananya maju dan bersaing, dibayangi mantan Kepala Desa Kurungan Nyawa, Faisal Habibur.

Berdasarkan hasil survei LKPI yang dilakukan pada 1-10 Juli 2019 melibatkan 820 responden (82 desa/kelurahan) dengan marjin of error lebih kurang 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Munculnya nama mantan Kades Kurungan Nyawa itu membuat kejutan dalam kancah pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten OKU Timur September 2020.

Selain mantan kades, ada beberapa nama bakal calon lainnya yang berpotensi menang untuk bertarung memperebutkan kursi nomor satu di kabupaten lumbung beras itu masih terbuka lebar mengingat waktu pelaksanaan pilkada masih satu tahun lebih.

"Temuan survei ada lima nama yang berpotensi besar untuk memenangkan Pillkada di OKU Timur, petahana, mantan kades, sejumlah anggota legislatif kabupaten setempat dan provinsi," ujar Herianto.

Nama-nama bakal calon yang berpeluang menang dalam pilkada itu, yakni HM Kholid Mawardi (bupati), Fery Antoni (wabup), Beni Defitson dan Nilawati (anggota DPRD OKU Timur), Hj. Meilinda (anggota DPRD Provinsi Sumsel).

Temuan survei, popularitas Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi sudah mencapai 93 persen sementara tingkat kesukaan (akseptrabilitas) 71 persen, Wakil Bupati Fery Antoni popularitasnya 87 persen dan akseptabilitas 93 persen.

Kemudian anggota DPRD Sumsel Meilinda popularitas 56 persen serta akseptabilitasnya 100 persen.

Kemudian Beni Defitson popularitas 43 persen dan akseptabilitas 90 persen, Nilawati popularitas 39 persen dan akseptabilitas 75 persen, Faisal Habibur dengan popularitas 35 persen dengan akseptabilitas 91 persen

Tingginya popularitas HM. Kholid Mawardi dan Fery Antoni, menurut lembaga yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) ini, bukanlah merupakan hal yang istimewa karena mereka sedang menjabat.

Kedua bakal calon petahana yang rencananya berhadapan/tidak berpasangan lagi dalam Oilkada 2020 itu membuka peluang besar calon baru untuk memenangkan perebutan kursi orang nomor satu di kabupaten tersebut, ujar mantan Koordinator Area Lembaga Survei Indonesia (LSI) itu.

Pewarta : Yudi Abdullah
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar