Tokopedia gandeng Modalku luncurkan layanan pinjaman modal

id tokopedia,modalku,fintech,fintek

Tokopedia gandeng Modalku luncurkan layanan pinjaman modal

Dari kiri ke kanan; AVP Fintech Tokopedia Samuel Sentana, Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi dan Co-founder & CEO Modalku, Reynold Wijaya dalam temu media peluncuran fitur Modal Toko di Tokopedia Tower, Jakarta, Senin (22/7/2019). (ANTARA/Arindra Meodia)

Jakarta (ANTARA) - Tokopedia bekerja sama dengan Modalku meluncurkan Modal Toko, layanan pinjaman modal, yang memungkinkan penjual di Tokopedia mengembangkan bisnis mereka dengan mendapatkan modal usaha secara lebih mudah, instan dan fleksibel.

Layanan tersebut merupakan perkembangan dari layanan yang dimiliki Tokopedia sebelumnya, yaitu Tokopedia Pinjaman Modal.

“Di dalam Tokopedia kita memiliki 6 juta merchant, 70 persen dari merchant tersebut first time entrepreneur yang baru berjualan, kebanyakan mereka tidak banyak memiliki modal. Modal Toko ini kolaborasi kami dengan Modalku untuk membantu merchant,” ujar AVP Fintech Tokopedia, Samuel Sentana, kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Melalui Modal Toko, penjual di Tokopedia bisa mendapatkan modal hingga Rp300 juta yang dapat ditarik kapan saja sesuai kebutuhan sampai batas kredit limit tercapai, dengan proses aplikasi dan persyaratan yang mudah.

Selain itu, Samuel menjelaskan bahwa layanan peminjaman modal tersebut juga memiliki bunga pinjaman rendah dan flat, serta tanpa biaya atau provisi lainnya.

“Produk ini sehat karena memberikan bunga yang sustainable di bawah harga pasar. Produk ini juga fleksibel, membayar kapanpun bisa,” kata Samuel.

Dia juga menyebutkan proses persetujuan pinjaman hanya akan memakan waktu rata-rata satu hari. Jika sudah disetujui, pinjaman modal akan masuk ke saldo penghasilan Tokopedia secara seketika (real time) dan bisa langsung ditarik tunai.

“Cepat prosesnya sangat mudah, hanya dengan KTP dapat mendapatkan modal hari itu juga dengan cepat,” ujar Samuel.

Co-founder & CEO Modalku, Reynold Wijaya mengatakan layanan pinjaman itu diharapkan bisa membuat arus keuangan penjual berjalan lebih baik.

“Di Indonesia sudah 70 persen belum mendapat pendanaan. Online merchant yang tidak dapat agunan bisa mendapat bantuan sehingga arus penjualan menjadi lancar,” kata Reynold.

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi menyambut baik langkah kerja sama tersebut.

Pegiat UMKM, menurut Hendrikus, selama ini mampu menyumbang output ekonomi lebih dari 60 persen dari produk domestik bruto dan mampu menyerap lebih dari 95 persen angkatan tenaga kerja aktif di Tanah Air.

“Dari sekitar 60 juta UMKM hanya ada 16 juta rekening pinjaman di bank. Artinya hanya 16 juta atau sekitar 20 juta-an UMKM mendapat pinjaman dari bank, yang lainnya mungkin pinjam ke saudara, tetangga atau teman,” ujar Hendrikus.

“Langkah fintech lending dan e-commerce ini bisa ditiru. Indonesia ini terlalu luas hanya untuk dilayani Tokopedia dan Modalku. Semoga fintech dan e-commerce yang lain bisa meniru kolaborasi pada hari ini,” tambah dia.

Baca juga: Tokopedia akuisisi Bridestory
Baca juga: Tokopedia terapkan "Artificial Intelligence" guna hadapi persaingan
Baca juga: Siasat Tekfin Modalku hadapi pelambatan ekonomi Indonesia
Baca juga: Modalku pakai sistem 'Jemput Bola' sasar pengusaha warung


Pewarta : Arindra Meodia
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar