Bea Cukai Kudus ungkap 77 pelanggaran pita cukai rokok

id kppbc kudus, ungkap 77 kasus, pelanggaran, pita cukai rokok

Bea Cukai Kudus ungkap 77 pelanggaran pita cukai rokok

Rokok ilegal yang disita tim KPPBC Kudus di sebuah bangunan di Desa Brantak Sekartaji, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. (Ist)

Kudus (ANTARA) - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus, Jawa Tengah, selama Januari hingga 9 Juli 2019 berhasil mengungkap 77 kasus pelanggaran pita cukai rokok di beberapa daerah di wilayah Keresidenan Pati.

"Jumlah barang bukti yang disita mencapai 11.757.440 batang rokok dan tembakau iris sebanyak 2,43 juta gram," kata Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus Iman Prayitno melalui Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus Dwi Prasetyo Rini di Kudus, Selasa.

Dari 11.757.440 batang rokok ilegal yang disita, kata dia, sekitar 11.752.560 batang merupakan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan 4.880 batang rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT).

Sementara nilai dari barang yang disita tersebut, kata dia, mencapai Rp8,54 miliar. Potensi kerugian negara atas pelanggaran tersebut ditaksir mencapai Rp5,65 miliar.

Baca juga: Pemberantasan pita cukai rokok palsu bisa dongkrak penerimaan negara
Baca juga: Jepara masih mendominasi lokasi terjadinya pelanggaran rokok ilegal
Baca juga: Sindikat Pita Cukai Palsu Terungkap


Meskipun upaya penegahan rutin dilakukan, namun peredaran rokok ilegal masih saja terjadi.

Hal itu terlihat dari hasil pengungkapan tim KPPBC Kudus pada 9 Juli 2019 berhasil mengamankan 495.600 batang rokok jenis SKM yang diduga ilegal dari sejumlah bangunan di Desa Brantak Sekartaji, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.

Total bangunan yang diduga menjadi tempat pengemasan rokok ilegal mencapai sembilan bangunan.

Pada tahun 2018, KPPBC Kudus berhasil mengungkap 69 kasus pelanggaran pita cukai rokok di beberapa daerah di wilayah Keresidenan Pati dengan dominasi pengungkapan kasus dari Kabupaten Jepara. 

Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar