50 jamaah kloter 9 embarkasi Batam berobat rata-rata per hari

id kemenag riau

50 jamaah kloter 9 embarkasi Batam berobat rata-rata per hari

Suasana di Kontainer (penampungan sementara) jamaah yang sakit di Terminal Syeib Amir pada. Para petugas dari Tim Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji (P3JH) bersiaga terutama saat arus jamaah ke Masjidil Haram mencapai puncaknya seperti pada Jumat (26/7/2019) siang saat pelaksanaan salat Jumat di Masjidil Haram. Petugas menangani puluhan calon haji yang mengalami gangguan kesehatan karena berbagai sebab. ANTARA/Hanni Sofia/pri

Kota Pekanbaru (ANTARA) - Jamaah yang tergabung dalam kloter 9 embarkasi Batam di Mekkah yang berobat ke sektor I dengan nomor hotel 106 rata-rata mencapai 50 orang per hari dan dominan jamaah mengalami demam, batuk serta dehidrasi.

"Untuk menekan serangan demam dan dehidrasi, jamaah disarankan rajin meminum air mineral khususnya untuk jamaah asal Kampar dan Pelalawan yang tercatat 82 persen adalah tergolong beresiko tinggi," kata Pranata Humas Ahli Kemenag Riau, Vethria Rahmi di Pekanbaru, Minggu.

Menurut Rahmi, jumlah JCH tergabung dalam kloter 9 adalah 439 orang berasal dari dua Kabupaten, yakni asal Kabupaten Pelalawan 271 jamaah, dan Kabupaten Kampar 168 jamaah.
Baca juga: Kantor Kesehatan Haji Indonesia di Mekkah siap layani jamaah sakit

Rahmi mengatakan seperti dilaporan TKHI dr Yudi Susanto bahwa jamaah disarankan untuk meminum 2 liter air purih apalagi di Mekkah cuaca panas, kelembapan di kota suci ini, rendah dan penguapan cepat.

"Jangan menunggu haus, tidak usah khawatir kalau kencing selain itu bawalah selalu semprotan air ke Masjidil Haram serta gunakan alas kaki karena suhu panas di musim haji ini, " katanya.

Sri Lestari selaku tim perawat yang mendampingi dokter juga memohon doa masyarakat Indonesia khususnya jamaah calon haji Riau agar selalu sehat serta kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur.

Dilaporkan juga jamaah calon haji yakni Hasim (74) BTH 09 kini sedang sakit. Sudah dua hari tidak mau makan, dan minum susu juga tidak mau, bahkan mual dan muntah-muntah setiap makan dan mengalami diare juga.

"Jadi karena dehridasi dipasang infus serta yang bersangkutan diberikan tambahan vitamin lewat infusnya itu," katanya.

"Alhamdulillah pak Hasim sudah mau minum susu, habis segelas kemudian juga meminum oralit," katanya dan menambahkan kunjungan kepada jamaah haji terus dilakukan tim TKHI, terutama bagi jamaah beresiko tinggi dan lansia.

Ia mengungkapkan sekitar 50 orang jamaah rata-rata yang berobat sehari ke sektor layanan kesehatan, dan usia mereka mayoritas 50 tahun. Pada umumnya jemaah banyak yang terkena batuk pilek, demam dan mengeluh ISPA.

"Untuk itu tim TKHI kloter 9 BTH mengimbau jemaah untuk selalu ingat memakai alat pelindung diri setiap keluar hotel. Banyak minum air putih, istirahat yang cukup dan makan teratur, insyaallah kondisi tubuh akan terjauh dari serangan penyakit," katanya.
Baca juga: IHC-Rumah Sakit Haji sinergi kurangi angka pesakitan jamaah haji
Baca juga: Enam penyebab jamaah mudah sakit

Pewarta : Frislidia
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar