Menlu pimpin delegasi Malaysia pada AMM di Bangkok

id Menlu ASEAN,AMM,PMC

Menlu pimpin delegasi Malaysia pada AMM di Bangkok

Pertemuan Menlu Retno Marsudi dan Menlu Saifudin Abdullah di Kuala Lumpur beberapa waktu lalu. (Foto ANTARA / Agus Setiawan) (1)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah akan memimpin delegasi Malaysia pada Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Ministers Meeting - AMM) ke 52 / Post Ministerial Conference and Related Meetings (PMC) dari 28 Juli hingga 3 Agustus 2019 di Bangkok, Thailand.

Menurut pernyataan media Divisi Komunikasi dan Diplomasi Publik Kementrian Luar Negeri Malaysia, Selasa, Saifuddin Abdulah
disertai oleh isterinya, pejabat senior dari Kemenlu Malaysia dan Perwakilan Misi Permanen Malaysia Untuk ASEAN di Jakarta, Indonesia.

Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke 52 tersebut didahului dengan pertemuan pendahuluan berupa Pertemuan Pejabat Senior (Senior Official Meeting - (SOM).

Selama pertemuan di Bangkok, para Menteri Luar Negeri ASEAN akan mendiskusikan isu-isu terkait dengan Komunitas ASEAN, implementasi cetak biru Politik Keamanan ASEAN 2025, arah masa depan ASEAN serta persiapan untuk KTT ke 35 ASEAN dan KTT Terkait yang dijadwalkan berlangsung pada
November 2019.

Para Menlu juga akan berdiskusi dan bertukar pandangan tentang isu-isu regional dan internasional yang menarik perhatian umum seperti perkembangan di Laut China Selatan, situasi di Rakhine, anti-terorisme dan ekstremisme, keamanan maritim dan lain-lain.

Selain itu, Dato’ Saifuddin Abdullah bersama-sama dengan Menteri Luar Negeri ASEAN akan menghadiri Pertemuan Komisi Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ), Musyawarah Menteri Luar Negeri ASEAN+3 Ke-20 (APT FMM Ke-20), Musyawarah Menteri Luar Negeri Asia Timur ke-9 (EAS FM Ke-9), Forum Regional ASEAN Ke-26 (ARF Ke-26) dan Komisi Antar Pemerintah ASEAN tentang HAM (AICHR).

Menteri Luar Negeri ASEAN juga dijadwalkan untuk menyaksikan penandatanganan "Instrument of Accession" untuk Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama Asia Tenggara (TAC). TAC berfungsi sebagai kode etik dan panduan untuk mengeratkan hubungan negara-negara di Asia Tenggara.

Baca juga: Menlu RI akan hadiri Pertemuan Menteri ASEAN dan Mitra Wicara ASEAN

Baca juga: Pemimpin ASEAN luncurkan depot logistik di Provinsi Chainat Thailand

Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar