Kualitas udara Jakarta sore hari tidak sehat untuk kelompok sensitif

id Polusi udara,Kualitas Udara Jakarta,Udara,Pencemaran Lingkungan,Ibu Kota,Tidak Sehat Untuk Kelompok Sensitif

Kualitas udara Jakarta sore hari tidak sehat untuk kelompok sensitif

Pemandangan gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama.

Jakarta (ANTARA) - Kualitas udara Ibu Kota DKI Jakarta pada Kamis sore pukul 17.30 WIB turun di urutan ke enam dunia dengan kualitas udara tidak sehat untuk kelompok sensitif tercatat di angka 117 atau dengan parameter PM2.5 konsentrasi 42.2 ug/m3 berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara.

Berdasarkan data dari laman resmi AirVisual, Dubai, Unitd Emirate Arab berada diperingkat pertama dengan kualitas udara paling buruk dengan angka 177 dengan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 106.6 ug/m3.

Tashkent, Uzbekistan berada diposisi kedua dengan angka 163 dengan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 78 ug/m3.

Sedangkan diposisi ketiga ditempati Tehran, Iran dengan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif di angka 129 dengan konsentrasi parameter O3 sebesar 289.2 ug/m3.

Ulanbaatar, Mongolia berada diposisi keempat dengan angka 127 atau masuk kategori tidak sehat untuk kelompok yang sensitif, dengan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 46 ug/m3.

Sedangkan Sarajevo, Bosnia Herzegovina juga masuk dalam kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif diposisi kelima dengan angka 118 dengan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 42.6 ug/m3.

Sebwlumnya, Kualitas udara Ibu Kota DKI Jakarta pada Kamis siang pukul 11.30 WIB menjadi yang paling buruk atau tidak sehat dibandingkan negara-negara lainnya. Tercatat di angka 161 atau dengan parameter PM2.5 konsentrasi 75,4 ug/m3 berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara.

Pewarta : Nova Wahyudi
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar