Sebagian warga dua desa sekitar Pantai Ujunggenteng pilih mengungsi

id Pantai Ujunggenteng ,Kecamatan Ciracap ,Kabupaten Sukabumi,Gempa Banten

Sebagian warga dua desa sekitar Pantai Ujunggenteng pilih mengungsi

Ribuan Warga Pesisir Bandar Lampung panik akibat gempa berpusat di wilayah barat daya Sumur Banten, mengungsi mencari dataran tinggi diantaranya Kantor Gubernur Lampung, Lampung, Jumat (2/8/2019). ANTARA FOTO/Ardiansyah/pd/pri

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Sebagian warga Desa Ujunggenteng dan Pangumbahan, di sekitar Pantai Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat memilih mengungsi ke dataran tinggi pascagempa bermagnitudo 6,9 yang berpusat di Sumur, Banten, Jumat (2/8), pukul 19.03 WIB.

"Beberapa saat setelah gempa Muspika Ciracap langsung mengevakuasi warga di dua desa itu untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman dan posisinya berada di dataran tinggi," kata Camat Ciracap Asep Mulyadi di Sukabumi, Sabtu.

Ia menjelaskan evakuasi tersebut untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan, apalagi saat itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan status peringatan dini tsunami meskipun kemudian diakhiri pada Jumat (2/8), sekitar pukul 21.30 WIB.

Warga di dua desa tersebut panik karena berada dekat pesisir pantai ditambah wilayah Ujunggenteng masuk daerah berstatus waspada tsunami. Namun, sebagian warga saat ini sudah meninggalkan lokasi pengungsian, yakni di aula desa.

Kemungkinan, untuk ibu-ibu dan anak-anak akan menginap sementara di aula desa setempat, sedangkan untuk pria dewasa memilih berjaga-jaga di rumah masing-masing guna antisipasi adanya oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan sendiri.

"Memang saat gempa air sempat naik sedikit, tetapi langsung kembali normal, sehingga warga kami imbau agar tidak percaya kepada informasi maupun berita hoaks yang muncul pascagempa," katanya.

Asep mengatakan warga yang memilih pulang agar tetapi siaga dan waspada.

Jika ada gempa susulan, mereka diminta tidak panik, tetapi langsung lari ke tempat yang lapang dan lebih tinggi, serta memperhatikan barang bawaan, anggota keluarga, anak, dan lain-lain.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan baik dari TNI maupun Polri untuk melakukan pengamanan terhadap rumah-rumah yang ditinggal pemiliknya.

Selain itu, kata dia, warga pun harus ikut menjaga dan berpatroli ke rumah-rumah yang kosong ditinggal pemiliknya untuk mengungsi akibat gempa tersebut.

Baca juga: Jumlah rumah rusak di Sukabumi akibat gempa Banten jadi 26 unit
Baca juga: Gempa susulan magnitudo 4,4 berpusat di Sukabumi
Baca juga: Mewaspadai potensi gempa besar Selat Sunda

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar