LIPI ubah tandan kosong sawit menjadi bahan bakar

id biofuel dari limbah sawit,Indri Badria Adilina,ISIS Neutron and Muon Source

LIPI ubah tandan kosong sawit menjadi bahan bakar

 ilustrasi - pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit untuk diangkut ke pabrikan pengolahan CPO (Crude Palm Oil) di salah satu areal perkebunan kelapa sawit (arsip2012/FOTO ANTARA/Basri Marzuki) (ANTARA FOTO)

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan riset tandan kosong kelapa sawit untuk mendapatkan bahan bakar hayati (biofuel) di atas 60 persen sebagai bahan bakar kimia cair.

"Kami memilih sawit karena Indonesia merupakan penghasil sawit terbesar di dunia, artinya limbah sawit pun semakin banyak dan menjadi masalah lingkungan saat ini. Namun, penggunaan sawit dan limbahnya menjadi bahan kimia nilai tinggi seperti biofuel belum maksimal," ujar peneliti LIPI Indri Badria Adilina saat dihubungi Antara, Jakarta, Rabu.

Penelitian itu dilakukan oleh Indri Badria Adilina dari Pusat Penelitian Kimia LIPI bersama tim peneliti dari Universitas Indonesia. Dalam proses risetnya, Indri mendapatkan akses untuk melakukan penelitian di fasilitas milik ISIS Neutron and Muon Source, Science and Technology Facilities Council, di Didcot, Oxfordshire, Inggris melalui skema Newton Fund.

Indri mengharapkan penelitian skala lab tersebut dapat dilanjutkan dan dikaji bersama dalam skala lebih besar dengan pihak mitra industri atau pemerintah, hingga dapat dikomersialisasi agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Saat ini, pemanfaatan sawit sebagian besar masih didominasi industri pangan dan kosmetik sedangkan limbahnya sejauh ini baru dimanfaatkan sebagai kompos atau dibakar begitu saja. Untuk itu, pengolahan limbah sawit menjadi biofuel menjadi hasil penelitian yang akan sangat bermanfaat kedepannya.

Pemrosesan tandan kosong kelapa sawit menjadi biofuel menggunakan mekanisme termal katalitik. Proses katalis yang dikembangkan menggunakan properti unik neutron untuk meningkatkan proses konversi dari limbah biomassa kelapa sawit menjadi biofuel yang bernilai tinggi.

Katalis yang digunakan berbasis material terbarukan dan ketersediaannya berlimpah di alam yakni lempung atau tanah liat jenis bentonit.

Bentonit selama ini digunakan sebagai absorban dalam proses penjernihan minyak goreng. Bentonit dari tanah liat berperan penting dalam reaksi kimia untuk mengubah molekul-molekul berat pada minyak sawit menjadi molekul ringan hidrokarbon yang menyusun komponen pembuatan bahan bakar seperti bensin dan solar.

Baca juga: Peneliti LIPI manfaatkan limbah sawit jadi bio-oil dan bioplastik

Baca juga: Bupati Musi Banyuasin bicara "biofuel" sawit di Houston AS

 

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar