Rafaja Project siapkan pertunjukan teater musikal
Kamis, 17 Mei 2018 15:30 WIB
Rakhmat Aidul Fitri Anto.
Makassar (Antaranews Sulsel) - Rafaja Project, salah satu event organizer lokal di Kota Makassar sedang menyiapkan pertunjukan teater musikal bertema "Ayo Bangun dari Mimpi Anak Bangsa" sebagai wujud apresiasi dan wadah untuk membangun kreatifitas anak bangsa yang ada di Makassar.
"Ini juga akan menjadi pertunjukan yang berfaedah untuk menyampaikan pesan-pesan moral yang ada dalam teater musikal ini," kata Ketua Panitia Rafaja Procjet, Rakhmat Aidul Fitri Anto saat bertandang di kantor Antara Biro Sulsel di Makassar, Kamis.
Menurut dia, kreatifitas pelaku seni yang ada di Sulsel khususnya di Kota Makassar perlu perhatian agar mendapat apresiasi dari masyarakat lokal dan dapat memajukan para pelaku seni teater yang ada di Makassar.
Sehingga dapat berkontribusi dan eksis mewarnai karya seni lokal, selain itu juga sebagai ajang pertunjukan untuk wisatawan lokal dan mancanegara.
Ia juga menjelaskan konsep teater musikal yang akan dipertunjukan adalah bentuk teater yang menggabungkan lagu, dialog ucapan, acting dan tarian.
Konten emosionalnya berupa humor, pathos, cinta, kemarahan, dan sosial yang ceritanya dikomunikasikan melalui fakta-fakta, music, gerakan dan aspek teknis hiburan yang utuh, ujarnya.
Dikatakan, teater musikal ini mengangkat tema "Ayo Bangun dari Mimpi Anak Bangsa" memiliki makna sebagai wujud kepedulian atas pendidikan dalam hal ini mengajak dan mengajarkan untuk tetap sekolah guna meraih cita-cita dan mimpi, akan tetapi harus dibarengi dengan kerja keras, usaha dan upaya serta doa.
Aplikasi seni ini dapat disatukan dalam kehidupan setiap individu maupun dalam kelompok masyarakat, katanya.
Pertunjukkan teater musikal yang rencananya akan digelar pada Minggu (8/7) atau usai Idul Fitri 1439 Hijriah di Gedung Kesenian Makassar itu, akan mengajak masyarakat secara luas untuk datang menyaksikannya, baik kalangan siswa mulai tingkat Paud, SD, SMP, SLTA maupun kalangan mahasiswa dan umum.
"Seyogyanya rencana kegiatan ini akan dilakukan serangkaian dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 13 Mei lalu, namun tertunda pada Juli mendatang. Kami berharap target penonton bisa mencapai seribuan orang," katanya.
"Ini juga akan menjadi pertunjukan yang berfaedah untuk menyampaikan pesan-pesan moral yang ada dalam teater musikal ini," kata Ketua Panitia Rafaja Procjet, Rakhmat Aidul Fitri Anto saat bertandang di kantor Antara Biro Sulsel di Makassar, Kamis.
Menurut dia, kreatifitas pelaku seni yang ada di Sulsel khususnya di Kota Makassar perlu perhatian agar mendapat apresiasi dari masyarakat lokal dan dapat memajukan para pelaku seni teater yang ada di Makassar.
Sehingga dapat berkontribusi dan eksis mewarnai karya seni lokal, selain itu juga sebagai ajang pertunjukan untuk wisatawan lokal dan mancanegara.
Ia juga menjelaskan konsep teater musikal yang akan dipertunjukan adalah bentuk teater yang menggabungkan lagu, dialog ucapan, acting dan tarian.
Konten emosionalnya berupa humor, pathos, cinta, kemarahan, dan sosial yang ceritanya dikomunikasikan melalui fakta-fakta, music, gerakan dan aspek teknis hiburan yang utuh, ujarnya.
Dikatakan, teater musikal ini mengangkat tema "Ayo Bangun dari Mimpi Anak Bangsa" memiliki makna sebagai wujud kepedulian atas pendidikan dalam hal ini mengajak dan mengajarkan untuk tetap sekolah guna meraih cita-cita dan mimpi, akan tetapi harus dibarengi dengan kerja keras, usaha dan upaya serta doa.
Aplikasi seni ini dapat disatukan dalam kehidupan setiap individu maupun dalam kelompok masyarakat, katanya.
Pertunjukkan teater musikal yang rencananya akan digelar pada Minggu (8/7) atau usai Idul Fitri 1439 Hijriah di Gedung Kesenian Makassar itu, akan mengajak masyarakat secara luas untuk datang menyaksikannya, baik kalangan siswa mulai tingkat Paud, SD, SMP, SLTA maupun kalangan mahasiswa dan umum.
"Seyogyanya rencana kegiatan ini akan dilakukan serangkaian dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 13 Mei lalu, namun tertunda pada Juli mendatang. Kami berharap target penonton bisa mencapai seribuan orang," katanya.
Pewarta : -
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pakar: MYP 3,7 Pemprov Sulsel layak percontohan karena utuh dan berkelanjutan
23 October 2025 13:01 WIB
Polri kembali menjatuhkan demosi kepada dua personel terlibat kasus DWP
06 January 2025 22:01 WIB, 2025
Polri mulai menggelar sidang pelanggaran etik oknum polisi di kasus DWP
31 December 2024 11:33 WIB, 2024
Terpopuler - Seni Budaya
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019
Budaya "Appalili" Kabupaten Gowa terus dipertahankan tingkatkan hasil pertanian
05 December 2019 11:44 WIB, 2019