Manado (ANTARA Sulsel) - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulawesi Utara (Sulut) optimistis materi tes tertulis Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2009, tidak akan bocor kepada siapapun, karena diawasi ketat oleh kepolisian.
"Materi tes CPNS hanya diketahui pihak panitia penerimaan CPNS dan dijamin tidak bocor, bahkan pejabat di lingkungan Pemprov Sulut tidak mengetahuinya," kata Sekretaris BKD Sulut Flora Krisen, di Manado, Minggu.
Menurutnya, jika ada pihak yang sengaja membocorkan materi tes tertulis CPNS, bisa dituntut atau dikenakan tindak pidana karena membocorkan dokumen negara.
Materi tertulis itu, kata dia, disusun langsung oleh tim independen yang terdiri dari perwakilan perguruan tinggi, seperti Universitas Negeri Manado (Unima) dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) serta panitia penerimaan CPNS.
Ia menambahkan, Pemprov Sulut maupun pemerintah kabupaten dan kota secara resmi menutup penerimaan berkas CPNS pada 7 November 2009, melalui pengiriman berkas di PT Pos Indonesia di daerah masing-masing.
"Khusus berkas yang masuk ke Pemprov Sulut berjumlah sekitar 4.000 lebih, sementara kuota resmi penerimaan CPNS tahun 2009 hanya sebanyak 387 kursi, kata dia.
Perincian penerimaan CPNS Pemprov Sulut, yakni tenaga teknis sebanyak 301 orang, tenaga kesehatan 44 orang, pelatih dan olahragawan berprestasi 42 orang.
"TIdak ada joki-joki atau aksi suap kepada pejabat selama penerimaan CPNS, siapapun yang menemui aksi tersebut segera laporkan kepada panitia guna diteruskan ke pihak kepolisian guna diusut," katanya.
(T.H013/Z003)
"Materi tes CPNS hanya diketahui pihak panitia penerimaan CPNS dan dijamin tidak bocor, bahkan pejabat di lingkungan Pemprov Sulut tidak mengetahuinya," kata Sekretaris BKD Sulut Flora Krisen, di Manado, Minggu.
Menurutnya, jika ada pihak yang sengaja membocorkan materi tes tertulis CPNS, bisa dituntut atau dikenakan tindak pidana karena membocorkan dokumen negara.
Materi tertulis itu, kata dia, disusun langsung oleh tim independen yang terdiri dari perwakilan perguruan tinggi, seperti Universitas Negeri Manado (Unima) dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) serta panitia penerimaan CPNS.
Ia menambahkan, Pemprov Sulut maupun pemerintah kabupaten dan kota secara resmi menutup penerimaan berkas CPNS pada 7 November 2009, melalui pengiriman berkas di PT Pos Indonesia di daerah masing-masing.
"Khusus berkas yang masuk ke Pemprov Sulut berjumlah sekitar 4.000 lebih, sementara kuota resmi penerimaan CPNS tahun 2009 hanya sebanyak 387 kursi, kata dia.
Perincian penerimaan CPNS Pemprov Sulut, yakni tenaga teknis sebanyak 301 orang, tenaga kesehatan 44 orang, pelatih dan olahragawan berprestasi 42 orang.
"TIdak ada joki-joki atau aksi suap kepada pejabat selama penerimaan CPNS, siapapun yang menemui aksi tersebut segera laporkan kepada panitia guna diteruskan ke pihak kepolisian guna diusut," katanya.
(T.H013/Z003)