Mamuju (ANTARA Sulsel) - Sejumlah mahasiswa dari Universitas Tomakaka (Unika) di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan aksi bakar jas almamater sebagai bentuk protes atas kurangnya fasilitas yang ada di kampus tersebut.
Koordinator lapangan (Korlap) aksi itu di Mamuju, Senin, mengatakan, aksi mereka dilakukan karena pihak pengelola kampus tidak menyiapkan fasilitas yang memadai sebagai penunjang lancarnya proses perkuliahan.
"Kami kecewa dengan pihak pengelola kampus yang tidak memberikan fasilitas yang memadai sehingga berbuntut pada proses perkuliahan tidak berjalan normal," ujarnya.
Ia mengatakan, kampus yang menampung ribuan mahasiswa itu masih kekurangan dosen sehingga banyak mahasiswa yang datang ke kampus untuk mengikuti proses perkuliahan justru mereka hanya nongkrong di areal kampus tanpa ada kegiatan apa pun.
Oleh karena itu, kata dia, mahasiswa mendesak agar pihak pengelola segera membenahi fasilitas kampus yang hingga saat ini masih serba kekurangan.
"Kami belajar di kampus ini tidak dilakukan secara gratis, tetapi kami bayar dengan harga yang mahal, sehingga kami mendesak pihak pengelola segera melengkapi apa yang menjadi tuntutan mahasiswa," ungkapnya.
Akibat aksi tersebut, para mahasiswa lainnya yang sedang mengikuti proses perkuliahan terpaksa terhenti setelah puluhan mahasiswa meminta agar proses perkuliahan dihentikan sebelum tuntutan mahasiswa dipenuhi oleh pihak pengelola kampus.
(.PSO-104/B013)
Koordinator lapangan (Korlap) aksi itu di Mamuju, Senin, mengatakan, aksi mereka dilakukan karena pihak pengelola kampus tidak menyiapkan fasilitas yang memadai sebagai penunjang lancarnya proses perkuliahan.
"Kami kecewa dengan pihak pengelola kampus yang tidak memberikan fasilitas yang memadai sehingga berbuntut pada proses perkuliahan tidak berjalan normal," ujarnya.
Ia mengatakan, kampus yang menampung ribuan mahasiswa itu masih kekurangan dosen sehingga banyak mahasiswa yang datang ke kampus untuk mengikuti proses perkuliahan justru mereka hanya nongkrong di areal kampus tanpa ada kegiatan apa pun.
Oleh karena itu, kata dia, mahasiswa mendesak agar pihak pengelola segera membenahi fasilitas kampus yang hingga saat ini masih serba kekurangan.
"Kami belajar di kampus ini tidak dilakukan secara gratis, tetapi kami bayar dengan harga yang mahal, sehingga kami mendesak pihak pengelola segera melengkapi apa yang menjadi tuntutan mahasiswa," ungkapnya.
Akibat aksi tersebut, para mahasiswa lainnya yang sedang mengikuti proses perkuliahan terpaksa terhenti setelah puluhan mahasiswa meminta agar proses perkuliahan dihentikan sebelum tuntutan mahasiswa dipenuhi oleh pihak pengelola kampus.
(.PSO-104/B013)