Film "2012" Habiskan 2.000 Tiket Sehari
Rabu, 18 November 2009 5:24 WIB
Makassar (ANTARA Sulsel) - Film berjudul "2012" habiskan 2.000 tiket setiap hari di Studio 21 mal Panakkukang dengan total pendapatan dari penjualan tiket tersebut sebanyak Rp52 juta per hari.
"Dari dua studio yang kami siapkan untuk memutar film itu, rata-rata terjual tiket sebanyak 2.000 per hari," kata Manajer Studio 21 Panakkukang Triadi di Makassar, Rabu.
Menurut dia, minat penonton di Kota Makassar dan sekitarnya sangat tinggi, terbukti setiap kali penayangan film 2012 itu, tak ada satu pun bangku yang kosong.
Mengenai kontroversi pandangan sejumlah kalangan tentang film tersebut, ia mengatakan, pihaknya tidak ingin menanggapi terlalu jauh.
Dia mengatakan, sepanjang belum ada larangan memutar film tersebut, pihaknya masih akan tetap memutar film yang menggambarkan tentang dunia kiamat itu.
"Sepanjang masyarakat masih banyak yang berminat, tentu kami tidak akan tetap menyediakan suguhan yang terbaik," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang penonton film 2012, Riswal, mengatakan terlepas dari pandangan tokoh agama tentang hari kiamat itu bahwa tak satupun bakal mengetahui kapan akan tiba, film yang mematok kiamat pada tahun 2012 telah memberikan pelajaran berharga bagi penontonnya.
"Disini kita dapat mengambil hikmah setelah menonton film itu, agar lebih banyak berbuat kebajikan dan amal shaleh, sebelum kiamat itu benar-benar datang," katanya.
Hal senada dikemukakan penonton lainnya, Rudiyanto.
Menurut Rudiyanto yang juga mahasiswa Fisip Universitas Hasanuddin, masyarakat harus bisa menjadi penonton yang sehat.
"Artinya, apa yang sesuai dengan ajaran agama bisa diserap, namun jika bertentangan atau melenceng dari ajaran agama, tentu akan dipertanyakan dulu argumennya," katanya.
(.S036/F002)
"Dari dua studio yang kami siapkan untuk memutar film itu, rata-rata terjual tiket sebanyak 2.000 per hari," kata Manajer Studio 21 Panakkukang Triadi di Makassar, Rabu.
Menurut dia, minat penonton di Kota Makassar dan sekitarnya sangat tinggi, terbukti setiap kali penayangan film 2012 itu, tak ada satu pun bangku yang kosong.
Mengenai kontroversi pandangan sejumlah kalangan tentang film tersebut, ia mengatakan, pihaknya tidak ingin menanggapi terlalu jauh.
Dia mengatakan, sepanjang belum ada larangan memutar film tersebut, pihaknya masih akan tetap memutar film yang menggambarkan tentang dunia kiamat itu.
"Sepanjang masyarakat masih banyak yang berminat, tentu kami tidak akan tetap menyediakan suguhan yang terbaik," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang penonton film 2012, Riswal, mengatakan terlepas dari pandangan tokoh agama tentang hari kiamat itu bahwa tak satupun bakal mengetahui kapan akan tiba, film yang mematok kiamat pada tahun 2012 telah memberikan pelajaran berharga bagi penontonnya.
"Disini kita dapat mengambil hikmah setelah menonton film itu, agar lebih banyak berbuat kebajikan dan amal shaleh, sebelum kiamat itu benar-benar datang," katanya.
Hal senada dikemukakan penonton lainnya, Rudiyanto.
Menurut Rudiyanto yang juga mahasiswa Fisip Universitas Hasanuddin, masyarakat harus bisa menjadi penonton yang sehat.
"Artinya, apa yang sesuai dengan ajaran agama bisa diserap, namun jika bertentangan atau melenceng dari ajaran agama, tentu akan dipertanyakan dulu argumennya," katanya.
(.S036/F002)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019