Adrian Yunan ciptakan lagu "Aroma Doa"
Sabtu, 29 Juni 2019 9:15 WIB
Adrian Yunan saat mengisi acara "Malam Jamuan Cerpen Kompas 2018" di Bentara Budaya, Jakarta, Jumat (28/6/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)
Jakarta (ANTARA) - Untuk pertama kalinya Adrian Yunan menciptakan lagu berdasarkan sebuah cerita pendek atau cerpen, selain itu "Aroma Doa" juga merupakan lagu dengan durasi terpanjang yang pernah dibuatnya.
"Lagu berdurasi paling panjang yang pernah saya buat. Saya kan biasanya bikin pendek-pendek, biasanya simpel dan pendek," kata Adrian dalam acara "Malam Jamuan Cerpen Kompas 2018" di Bentara Budaya, Jakarta, Jumat (28/6/2019).
"Aroma Doa" memiliki durasi sekira 7 menit, lagu tersebut terinspirasi setelah dia membaca cerpen dari Raudal Tanjung Banua yang berjudul "Aroma Doa Bilal Jawad". Cerpen tersebut masuk dalam buku "Cerpen Pilihan Kompas 2018".
"Saya belum pernah nulis lagu seperti ini sebelumnya. Tapi saya juga pengin punya lagu lagu yang ada alur dan bisa menceritakan bagusnya cerpen itu," jelas pemilik album "Sintas" yang dirilis pada 2017 itu.
Menurut Adrian, cerpen tersebut membawa kebahagiaan sekaligus haru bahkan dia sampai meminta istrinya untuk membacakannya berulang kali.
"Saya merasakan kebahagiaan karena cerpen ini ceritanya dekat dengan kehidupan saya kayak suka mendengar salawat dari masjid dekat rumah," kata mantan personel Efek Rumah Kaca itu.
Dia melanjutkan, "Tapi dalam kebahagiaan, di akhirnya saya terharu karena si tokoh "Aku" ini kehilangan pendoanya. Saya terpukul karena saya terharu karena Bilal akhirnya enggak bisa berdoa lagi."
"Lagu berdurasi paling panjang yang pernah saya buat. Saya kan biasanya bikin pendek-pendek, biasanya simpel dan pendek," kata Adrian dalam acara "Malam Jamuan Cerpen Kompas 2018" di Bentara Budaya, Jakarta, Jumat (28/6/2019).
"Aroma Doa" memiliki durasi sekira 7 menit, lagu tersebut terinspirasi setelah dia membaca cerpen dari Raudal Tanjung Banua yang berjudul "Aroma Doa Bilal Jawad". Cerpen tersebut masuk dalam buku "Cerpen Pilihan Kompas 2018".
"Saya belum pernah nulis lagu seperti ini sebelumnya. Tapi saya juga pengin punya lagu lagu yang ada alur dan bisa menceritakan bagusnya cerpen itu," jelas pemilik album "Sintas" yang dirilis pada 2017 itu.
Menurut Adrian, cerpen tersebut membawa kebahagiaan sekaligus haru bahkan dia sampai meminta istrinya untuk membacakannya berulang kali.
"Saya merasakan kebahagiaan karena cerpen ini ceritanya dekat dengan kehidupan saya kayak suka mendengar salawat dari masjid dekat rumah," kata mantan personel Efek Rumah Kaca itu.
Dia melanjutkan, "Tapi dalam kebahagiaan, di akhirnya saya terharu karena si tokoh "Aku" ini kehilangan pendoanya. Saya terpukul karena saya terharu karena Bilal akhirnya enggak bisa berdoa lagi."
Pewarta : Maria Cicilia
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Seni Budaya
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019
Budaya "Appalili" Kabupaten Gowa terus dipertahankan tingkatkan hasil pertanian
05 December 2019 11:44 WIB, 2019