Menristekdikti minta para rektor lindungi mahasiswa asal Papua
Senin, 26 Agustus 2019 14:02 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir disela-sela menghadiri rangkaian Hakteknas ke-24, di Denpasar, Senin (26/8/2019) . ANTARAi/Ni Luh Rhisma
Denpasar (ANTARA) - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meminta para rektor di seluruh wilayah Tanah Air agar menjamin perlindungan mahasiswa asal Papua.
"Tidak ada pengembalian (mahasiswa Papua) karena semua dilindungi," kata Nasir di sela-sela menghadiri rangkaian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24, di Denpasar, Senin.
Menurut dia, para rektor harus bisa bertanggung jawab memberikan perlindungan bagi semua mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. "Rektor harus menjamin," ucapnya.
Pihaknya bahkan akan memberikan sanksi pemberhentian kalau ada rektor sampai melakukan diskriminasi kepada mahasiswa-mahasiswi dari Bumi Cendrawasih itu.
Terkait pemblokiran akses internet di Papua, menurut Nasir hingga saat ini belum sampai menimbulkan masalah bagi penyelenggaraan pendidikan tinggi di daerah setempat.
"Laporan dari rektor maupun Kepala LL Dikti (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) tidak ada masalah," ujarnya.
Gubernur Papua Lukas Enembe sebelumnya mengatakan akan membawa pulang semua mahasiswa Papua yang berada di seluruh Indonesia.
Rencana tersebut akan dia lakukan apabila kondisi Indonesia dianggap tidak aman bagi mahasiswa Papua.
Untuk mendukung rencananya tersebut, Lukas telah menyiapkan universitas negeri di Papua untuk menampung seluruh mahasiswa Papua.
"Tidak ada pengembalian (mahasiswa Papua) karena semua dilindungi," kata Nasir di sela-sela menghadiri rangkaian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24, di Denpasar, Senin.
Menurut dia, para rektor harus bisa bertanggung jawab memberikan perlindungan bagi semua mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. "Rektor harus menjamin," ucapnya.
Pihaknya bahkan akan memberikan sanksi pemberhentian kalau ada rektor sampai melakukan diskriminasi kepada mahasiswa-mahasiswi dari Bumi Cendrawasih itu.
Terkait pemblokiran akses internet di Papua, menurut Nasir hingga saat ini belum sampai menimbulkan masalah bagi penyelenggaraan pendidikan tinggi di daerah setempat.
"Laporan dari rektor maupun Kepala LL Dikti (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) tidak ada masalah," ujarnya.
Gubernur Papua Lukas Enembe sebelumnya mengatakan akan membawa pulang semua mahasiswa Papua yang berada di seluruh Indonesia.
Rencana tersebut akan dia lakukan apabila kondisi Indonesia dianggap tidak aman bagi mahasiswa Papua.
Untuk mendukung rencananya tersebut, Lukas telah menyiapkan universitas negeri di Papua untuk menampung seluruh mahasiswa Papua.
Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
MK memastikan sidang sengketa pilkada berjalan proporsional-tepat waktu
08 January 2025 14:43 WIB, 2025
Pengamat: Emosi dan gagal pahami situasi persaingan sebabkan Garuda tersingkir
22 December 2024 13:20 WIB, 2024
Bung Kus : STY harus evaluasi tiga laga terakhir timnas Indonesia di ASEAN Cup 2024
20 December 2024 7:40 WIB, 2024
KSAU : Presiden Jokowi ingin TNI AU tumbuh lebih kuat jaga kedaulatan negara
05 April 2024 15:04 WIB, 2024
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB