Ketua LLDikti wilayah IX dorong alumni PT mampu ciptakan Start Up
Rabu, 4 Desember 2019 18:05 WIB
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIKI) Makassar dalam rangka Dies Natalis ke-43 dan Wisuda Sarjana ke-33 di Makassar, Rabu (4/12/2019). ANTARA/HO-Humas STIKI Makassar.
Makassar (ANTARA) - Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX, Sulawesi dan Gorontalo, Prof Jasruddin mendorong agar seluruh alumni perguruan tinggi (PT) bisa berpartisipasi pada pengembangan bisnis modern, seperti menciptakan start up.
"Harapan saya seluruh kampus bisa mengeluarkan alumni yang dapat berpartisipasi menciptakan start up baru. Termasuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIKI) Makassar, karena ini merupakan peluang bisnis modern 4.0. Kurikulum direorientasi sesuai keinginan dan tuntutan pasar,” ungkapnya pada wisuda STIKI Makassar di Makassar, Rabu.
Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) ini mendorong STIKI Makassar agar mereorientasi kurikulumnya dengan menentukan target pasar.
"Kalau dulu dunia tidak selebar daun kelor, sekarang sudah terbalik. Dunia ini sudah sempit dengan kemajuan teknologi, apapun bisa terjadi," ungkapnya.
Menurutnya, kampus seharusnya bisa menciptakan alumni yang memiliki daya saing. Alumni perguruan tinggi diharapkan dapat memiliki pola pikir menciptakan lapangan pekerjaan.
“Orang tidak bisa mengatakan hanya dapat sukses jika berkarir di daerahnya. Dengan majunya teknologi informasi dan komunikasi, dimanapun kita bisa sukses. Sekalipun tidak di Indonesia silahkan ke luar negeri,” tuturnya.
"Harapan saya seluruh kampus bisa mengeluarkan alumni yang dapat berpartisipasi menciptakan start up baru. Termasuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIKI) Makassar, karena ini merupakan peluang bisnis modern 4.0. Kurikulum direorientasi sesuai keinginan dan tuntutan pasar,” ungkapnya pada wisuda STIKI Makassar di Makassar, Rabu.
Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) ini mendorong STIKI Makassar agar mereorientasi kurikulumnya dengan menentukan target pasar.
"Kalau dulu dunia tidak selebar daun kelor, sekarang sudah terbalik. Dunia ini sudah sempit dengan kemajuan teknologi, apapun bisa terjadi," ungkapnya.
Menurutnya, kampus seharusnya bisa menciptakan alumni yang memiliki daya saing. Alumni perguruan tinggi diharapkan dapat memiliki pola pikir menciptakan lapangan pekerjaan.
“Orang tidak bisa mengatakan hanya dapat sukses jika berkarir di daerahnya. Dengan majunya teknologi informasi dan komunikasi, dimanapun kita bisa sukses. Sekalipun tidak di Indonesia silahkan ke luar negeri,” tuturnya.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Konsorsium Internasional Pendidikan Tanggap Bencana libatkan Universitas Hasanuddin
15 January 2020 10:48 WIB, 2020
Dirjen Pendis : Mutu pendidikan Indonesia diharapkan keluar dari peringkat 72
17 December 2019 5:06 WIB, 2019