BPBD Lebak minta warga waspadai adanya ular berbisa
Jumat, 20 Desember 2019 18:57 WIB
Tim Damkar Belitung evakuasi ular sepanjang lebih dua meter (ANTARA/kasmono)
Lebak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak meminta masyarakat di daerah ini mewaspadai ular berbisa menyusul tibanya musim penghujan.
"Kami berharap warga tetap waspada serangan ular berbisa," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Lebak Madias di Lebak, Jumat.
Kewaspadaan gigitan ular berbisa itu di Kabupaten Lebak jenis ular tanah (Ankistrodon rhodostoma) juga ular cobra yang sangat mematikan.
Populasi ular berbisa di daerah tersebar di 28 kecamatan dan hampir setiap bulan warga menjadi korban gigitan ular berbisa itu.
Saat ini, ular berbisa itu kebanyakan jenis ular tanah dan kobra sehingga bisa mematikan jika mengalami keterlambatan mendapat pertolongan medis.
Bahkan, saat musim hujan seperti sekarang itu banyak ditemukan di permukiman juga berkeliaran di jalan-jalan lingkungan.
Selama tibanya musim penghujan itu di lokasi habitat ular berbisa mengalami suhu panas, sehingga berkeliaran mencari tempat-tempat yang dingin dan jika malam hari ke jalan.
"Kami minta warga waspada ular berkeliaran di permukiman maupun di jalan-jalan, terutama sehabis hujan," ujarnya.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah mengatakan saat ini warga yang menjadi korban gigitan ular berbisa bisa diselamatkan jiwanya jika cepat ditangani medis. Sebab saat ini sudah terpenuhi obat-obatan anti serum tersebut.
Populasi ular berbisa di Lebak masih banyak karena habitatnya di hutan-hutan belukar juga di halaman rumah.
Pengalaman tahun-tahun lalu gigitan ular berbisa muncul pada musim hujan karena binatang melata itu keluar dari lubang untuk mencari perlindungan. "Kami yakin dengan kewaspadaan, ini tidak menimbulkan korban jiwa," katanya.
Sementara itu, Kokom Komariah, warga Maja Kabupaten Lebak mengaku dirinya melihat ular kobra di halaman rumah miliknya, namun beruntung tidak menggigit.
Populasi ular kobra masuk ke permukiman warga di Kampung Bendungan, Desa Sangiang, Kecamatan Maja sehubungan curah hujan tinggi. "Beruntung, ular kobra itu tidak menggigit anaknya yang tengah bermain di depan rumah," katanya.
"Kami berharap warga tetap waspada serangan ular berbisa," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Lebak Madias di Lebak, Jumat.
Kewaspadaan gigitan ular berbisa itu di Kabupaten Lebak jenis ular tanah (Ankistrodon rhodostoma) juga ular cobra yang sangat mematikan.
Populasi ular berbisa di daerah tersebar di 28 kecamatan dan hampir setiap bulan warga menjadi korban gigitan ular berbisa itu.
Saat ini, ular berbisa itu kebanyakan jenis ular tanah dan kobra sehingga bisa mematikan jika mengalami keterlambatan mendapat pertolongan medis.
Bahkan, saat musim hujan seperti sekarang itu banyak ditemukan di permukiman juga berkeliaran di jalan-jalan lingkungan.
Selama tibanya musim penghujan itu di lokasi habitat ular berbisa mengalami suhu panas, sehingga berkeliaran mencari tempat-tempat yang dingin dan jika malam hari ke jalan.
"Kami minta warga waspada ular berkeliaran di permukiman maupun di jalan-jalan, terutama sehabis hujan," ujarnya.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah mengatakan saat ini warga yang menjadi korban gigitan ular berbisa bisa diselamatkan jiwanya jika cepat ditangani medis. Sebab saat ini sudah terpenuhi obat-obatan anti serum tersebut.
Populasi ular berbisa di Lebak masih banyak karena habitatnya di hutan-hutan belukar juga di halaman rumah.
Pengalaman tahun-tahun lalu gigitan ular berbisa muncul pada musim hujan karena binatang melata itu keluar dari lubang untuk mencari perlindungan. "Kami yakin dengan kewaspadaan, ini tidak menimbulkan korban jiwa," katanya.
Sementara itu, Kokom Komariah, warga Maja Kabupaten Lebak mengaku dirinya melihat ular kobra di halaman rumah miliknya, namun beruntung tidak menggigit.
Populasi ular kobra masuk ke permukiman warga di Kampung Bendungan, Desa Sangiang, Kecamatan Maja sehubungan curah hujan tinggi. "Beruntung, ular kobra itu tidak menggigit anaknya yang tengah bermain di depan rumah," katanya.
Pewarta : Mansyur suryana
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Damkar Makassar amankan 68 ekor ular sanca berkeliaran di permukiman warga
09 January 2023 15:22 WIB, 2023
Anggota Exalos Indonesia meninggal akibat digigit ular berbisa di Raja Ampat
12 March 2022 14:25 WIB, 2022
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB