Penjualan terompet di Kota Medan sepi pembeli
Selasa, 31 Desember 2019 23:41 WIB
Ilustrasi pedagang terompet (ANTARA/HO)
Medan (ANTARA) - Sejumlah pedagang terompet di Medan, Sumatera Utara, mengeluhkan sepinya pembeli di malam Tahun Baru 2020.
Rahma (31), salah seorang penjual terompet di Medan, Selasa malam, mengatakan, dirinya sedikit kecewa dengan sepinya pembeli, padahal ia sudah menyetok banyak terompet dan pernak-pernik lainnya.
"Baru terjual lima terompet, dan dua kembang api.Mudah-mudahan nanti semakin mendekati detik-detik pergantian tahun banyak yang membeli terompet," tambahnya.
Ia mengemukakan, sepinya pembeli tersebut tahun ini berbanding terbalik dengan tahun lalu, dimana tahun lalu ia bisa menjual sedikitnya 50 terompet dengan berbagai ukuran.
Kondisi yang sama juga dikeluhkan Arianda, pedagang terompet lainnya yang menjajakan dagangannya di Jalan Letda Sujono Medan.
"Rugi lah bang. Gak seperti tahun lalu, Ini sudah jam 21.30 WIB, baru dua terompet yang terjual," ungkapnya.
Sementara Azrai, pengamat sosial Sumatera Utara, mengatakan sudah lumrah dalam perdagangan ada untung dan rugi, seperti halnya pedagang terompet di malam tahun baru.
"Kondisi sekarang ini tentunya tidak bisa dipredikai. Sama halnya dengan penjualan terompet," tambahnya.
Rahma (31), salah seorang penjual terompet di Medan, Selasa malam, mengatakan, dirinya sedikit kecewa dengan sepinya pembeli, padahal ia sudah menyetok banyak terompet dan pernak-pernik lainnya.
"Baru terjual lima terompet, dan dua kembang api.Mudah-mudahan nanti semakin mendekati detik-detik pergantian tahun banyak yang membeli terompet," tambahnya.
Ia mengemukakan, sepinya pembeli tersebut tahun ini berbanding terbalik dengan tahun lalu, dimana tahun lalu ia bisa menjual sedikitnya 50 terompet dengan berbagai ukuran.
Kondisi yang sama juga dikeluhkan Arianda, pedagang terompet lainnya yang menjajakan dagangannya di Jalan Letda Sujono Medan.
"Rugi lah bang. Gak seperti tahun lalu, Ini sudah jam 21.30 WIB, baru dua terompet yang terjual," ungkapnya.
Sementara Azrai, pengamat sosial Sumatera Utara, mengatakan sudah lumrah dalam perdagangan ada untung dan rugi, seperti halnya pedagang terompet di malam tahun baru.
"Kondisi sekarang ini tentunya tidak bisa dipredikai. Sama halnya dengan penjualan terompet," tambahnya.
Pewarta : Juraidi
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB