Prancis konfirmasi temuan dua kasus virus corona
Seorang staf medis merawat seorang pasien dengan pneumonia yang disebabkan oleh virus corona baru di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan, di Wuhan, provinsi Hubei, China, Rabu (22/1/2020). Foto diambil tanggal 22 Januari 2020. ANTARA FOTO/cnsphoto via REUTERS/foc/cfo (Babel.antaranews.com)
Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn mengatakan dua orang yang terinfeksi virus corona sebelumnya melakukan perjalanan ke kota di China tengah itu.
Dalam konferensi pers, Agnes Buzyn mengatakan dua penderita virus corona itu dirawat dalam ruang isolasi di dua rumah sakit yang berbeda.
Satu pasien dirawat di rumah sakit di Paris, sementara yang lainnya dirawat di barat daya kota Bordeaux.
Buzyn juga mengatakan dua kasus virus corona itu menjadi temuan pertama yang dikonfirmasi di Eropa.
Ia meyakini bahwa kemungkinan akan ada kasus baru virus corona lainnya di Prancis.
Sebelumnya, badan amal SOS Medecins mengatakan telah merawat seorang pasien asal China yang menunjukkan gejala demam.
Pasien tersebut sebelumnya telah melakukan kontak dengan orang-orang dari provinsi Wuhan di Cina, pusat penyebaran wabah virus corona.
Buzyn mengatakan pasien ini berusia 48 tahun setelah dua hari yang lalu melakukan perjalanan ke kota Wuhan.
"Dia ditempatkan di ruang terisolasi. Dia baik-baik saja," katanya.
Buzyn mengatakan dia belum memiliki informasi mengenai kasus kedua, di Paris, yang baru saja dikonfirmasi.
Virus corona jenis baru itu telah menewaskan 26 orang dan menginfeksi lebih dari 800 orang.
Sebagian besar kasus tersebut terjadi di China yang memaksa pemerintah China melakukan pembatasan pada perjalanan dan pertemuan publik.
Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, pada Kamis menyatakan wabah virus corona merupakan krisis di China dan belum menjadi darurat kesehatan global.
Pemerintah Kota Wuhan mengatakan pihaknya mulai pukul 10.00 waktu setempat menghentikan semua jaringan transportasi kota serta menangguhkan penerbangan keluar Wuhan.
Media massa setempat melaporkan bahwa, kendati demikian, beberapa maskapai masih beroperasi ketika tenggat itu dinyatakan.
Media milik pemerintah menyiarkan gambar-gambar salah satu pusat transportasi Wuhan, stasiun kereta api Hankou, terlihat hampir lengang. Gerbang-gerbang terlihat diblokade atau dilarang dilintasi. Pemerintah meminta warga untuk tidak keluar dari kota itu.
Sumber: Reuters
Pewarta : Azis Kurmala
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Sulsel minta warga tetap vaksin booster meski PPKM telah dicabut
11 January 2023 19:34 WIB, 2023
Vaksin COVID-19 booster sudah mencakup 68,01 juta penduduk Indonesia
20 December 2022 21:09 WIB, 2022
Penduduk Indonesia penerima dosis ketiga vaksin COVID-19 capai 67,06 juta
04 December 2022 21:36 WIB, 2022
BPOM setujui perluas EUA Vaksin COVID-19 Covovax untuk booster usia 18 tahun ke atas
13 September 2022 9:15 WIB, 2022
SE terbaru wajibkan WNA minimal 18 tahun masuk Indonesia divaksin lengkap
26 August 2022 13:25 WIB, 2022
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB