Mamuju (ANTARA News) - Program Gerakan Nasional (Gernas) untuk peningkatan produksi dan mutu kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat dianggap terkatung-katung karena anggaran dana pendamping hingga saat ini belum turun.

Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Mamuju, Andi Saharuddin di Mamuju, Sabtu.

Menurutnya, dana pendamping gernas dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp2 miliar tahun 2010 hingga kini belum dicairkan oleh pemerintah kabupaten Mamuju akibat terjadinya devisit anggaran.

"Kami mulai khawatir program gernas tahun ini gagal, karena dana pendamping yang sangat diharapkan oleh petani itu ternyata belum juga bisa dicairkan," ucapnya.

Ia mengatakan, untuk tahun anggaran 2010 ini, pihaknya telah menargetkan 3.000 hektare untuk kegiatan gernas di daerah Mamuju, namun, tampaknya target ini akan tidak dapat terpenuhi secara maksimal.

"Saya pesimistis target capaian sebaran gernas tahun ini dapat kami penuhi dengan baik akibat dana pendamping yang tertuang dalam APBD hingga Juli ini belum cair," tandasnya.

Syahruddin yang sempat masuk dalam survei kandidat calon Bupati Mamuju ini mengungkapkan, ada tiga kegiatan yang telah dilakukan yakni intensifikasi, rehabilitasi dan peremajaan.

"Untuk tiga item bentuk kegiatan gernas tersebut, tahun ini kita telah mendapat kucuran APBN tahun 2010 sebanyak Rp17 miliar," ucapnya.

Ia mengungkapkan, dana yang dikucurkan oleh pemerintah pusat tersebut sebagian besar belum tersalurkan ke petani karena masih dalam tahap proses tender.

"Kegiatan gernas ini baru berjalan kurang lebih 10 persen, karena masih dalam tahap proses tender," ucapnya. (T.KR-ACO/F003)