Pencipta Logo Pemprov Sulsel Belum Dapat Haknya
Senin, 9 Februari 2009 13:28 WIB
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pencipta logo Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel), Ali Walangadi hingga saat ini belum mendapatkan hak atas logo yang pernah dibuatnya sejak tahun 1965.
Logo Pemprov Sulsel pertama kali dibuat pada 1965, hanya ketika masa pemerintahan Ahmad Amirruddin, pernah mendapatkan tunjangan hidup berupa sembako selama tiga bulan, setelah itu tidak ada lagi," kata lelaki berumur 81 tahun yang berdomisili di bagian selatan Kota Makassar, Senin.
Menurutnya, hak cipta tersebut belum mendapatkan penghargaan yang sepantasnya hingga saat ini. Mengenai hal tersebut sudah pernah ia bicarakan dengan Syahrul Yasin Limpo sebelum menjabat sebagai Gubernur Sulsel. Namun ketika itu, ditanggapi bahwa posisinya bukan pemegang keuangan, sehingga tidak bisa banyak membantu.
Kini, Syahrul sudah menjadi gubenur yang nota bene sebagai pengambil kebijakan, lanjutnya, namun belum pernah bertemu atau dipanggil menghadap terkait dengan hasil karyanya itu.
Lebih jauh dijelaskan, sebagai seniman dan budayawan ia merasa bangga karena hasil karyanya telah dipakai sekian tahun. Pembuatan logo pemerintahan itu, membutuhkan perenungan untuk menyatukan filosofi pemerintahan dalam sebuah gambar.
Pendiri Dewan Kesenian Makassar (DKM) pada tahun 1969 ini mengaku, tidak berharap terlalu banyak dari Pemprov, namun hendaknya dapat menghargai hasil karya dan cipta seseorang.
"Sebagai budayawan, saya sudah merasa bersyukur dapat berkarya untuk daerah ini," ungkap lelaki bersahaja ini.
Meski hidupnya sangat sederhana, namun sebagai pejuang kemerdekaan bersama pahlawan Wolter Monginsidi dan Emmy Saelan, ia pantang untuk meminta belaskasihan orang lain.
(T.K-SUR/F003)
Logo Pemprov Sulsel pertama kali dibuat pada 1965, hanya ketika masa pemerintahan Ahmad Amirruddin, pernah mendapatkan tunjangan hidup berupa sembako selama tiga bulan, setelah itu tidak ada lagi," kata lelaki berumur 81 tahun yang berdomisili di bagian selatan Kota Makassar, Senin.
Menurutnya, hak cipta tersebut belum mendapatkan penghargaan yang sepantasnya hingga saat ini. Mengenai hal tersebut sudah pernah ia bicarakan dengan Syahrul Yasin Limpo sebelum menjabat sebagai Gubernur Sulsel. Namun ketika itu, ditanggapi bahwa posisinya bukan pemegang keuangan, sehingga tidak bisa banyak membantu.
Kini, Syahrul sudah menjadi gubenur yang nota bene sebagai pengambil kebijakan, lanjutnya, namun belum pernah bertemu atau dipanggil menghadap terkait dengan hasil karyanya itu.
Lebih jauh dijelaskan, sebagai seniman dan budayawan ia merasa bangga karena hasil karyanya telah dipakai sekian tahun. Pembuatan logo pemerintahan itu, membutuhkan perenungan untuk menyatukan filosofi pemerintahan dalam sebuah gambar.
Pendiri Dewan Kesenian Makassar (DKM) pada tahun 1969 ini mengaku, tidak berharap terlalu banyak dari Pemprov, namun hendaknya dapat menghargai hasil karya dan cipta seseorang.
"Sebagai budayawan, saya sudah merasa bersyukur dapat berkarya untuk daerah ini," ungkap lelaki bersahaja ini.
Meski hidupnya sangat sederhana, namun sebagai pejuang kemerdekaan bersama pahlawan Wolter Monginsidi dan Emmy Saelan, ia pantang untuk meminta belaskasihan orang lain.
(T.K-SUR/F003)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019
Budaya "Appalili" Kabupaten Gowa terus dipertahankan tingkatkan hasil pertanian
05 December 2019 11:44 WIB, 2019