PM Malaysia Muhyiddin tidak diberi gelang karantina
Rabu, 7 Oktober 2020 13:09 WIB
Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin saat pidato Selasa (6/10). ANTARA Foto/Agus Setiawan
Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin tidak diberi gelang pengawasan oleh Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) selama menjalani karantina setelah pulang kampanye dari Sabah.
Kantor Perdana Menteri Malaysia memberikan pernyataan tersebut di Putrajaya, Rabu, sehubungan foto viral di media sosial Muhyiddin tidak memakai gelang pengawasan ketika siaran langsung situasi COVID-19, Selasa (6/10).
Mereka menyatakan berdasarkan penilaian risiko yang dibuat pegawai KKM pada 5 Oktober lalu dia dinasihatkan menjalani karantina mandiri dan memantau status kesehatan sendiri di rumah setiap hari selama 14 hari menggunakan home assessment tool (HAT) dalam aplikasi MySejahtera.
Sehubungan hal tersebut tudingan bahwa Perdana Menteri melanggar arahan KKM adalah tidak benar.
Keputusan uji saring deteksi COVID-19 yang dilakukan pada 5 Oktober terhadap perdana menteri dinyatakan negatif pada 6 Oktober lalu.
Selain itu perdana menteri juga melakukan tiga ujian deteksi COVID-19 dalam tempo tiga Minggu lalu yaitu pada 22, 26 dan 29 September 2020 dan didapati negatif.
Walau bagaimanapun dia dinasihatkan untuk segera mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan sekiranya mengalami gejala dalam tempo pemantauan tersebut.
Muhyiddin bersama dengan 13 menteri dan wakil menteri memulai karantina rumah pada Senin setelah diketahui bahwa Menteri Agama Zulkifli Mohamad Al-Bakri mengidap COVID-19.
Kantor Perdana Menteri Malaysia memberikan pernyataan tersebut di Putrajaya, Rabu, sehubungan foto viral di media sosial Muhyiddin tidak memakai gelang pengawasan ketika siaran langsung situasi COVID-19, Selasa (6/10).
Mereka menyatakan berdasarkan penilaian risiko yang dibuat pegawai KKM pada 5 Oktober lalu dia dinasihatkan menjalani karantina mandiri dan memantau status kesehatan sendiri di rumah setiap hari selama 14 hari menggunakan home assessment tool (HAT) dalam aplikasi MySejahtera.
Sehubungan hal tersebut tudingan bahwa Perdana Menteri melanggar arahan KKM adalah tidak benar.
Keputusan uji saring deteksi COVID-19 yang dilakukan pada 5 Oktober terhadap perdana menteri dinyatakan negatif pada 6 Oktober lalu.
Selain itu perdana menteri juga melakukan tiga ujian deteksi COVID-19 dalam tempo tiga Minggu lalu yaitu pada 22, 26 dan 29 September 2020 dan didapati negatif.
Walau bagaimanapun dia dinasihatkan untuk segera mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan sekiranya mengalami gejala dalam tempo pemantauan tersebut.
Muhyiddin bersama dengan 13 menteri dan wakil menteri memulai karantina rumah pada Senin setelah diketahui bahwa Menteri Agama Zulkifli Mohamad Al-Bakri mengidap COVID-19.
Pewarta : Agus Setiawan
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Sabar/Reza ke final Indonesia Masters 2026 usai singkirkan pasangan Malaysia
24 January 2026 5:13 WIB
Sabar/Reza terhenti di perempat final Malaysia Open 2026 dikalahkan unggulan kedua
10 January 2026 5:46 WIB
Malaysia Open 2026, Jafar/Felisha untuk ketujuh kalinya takluk dari Chen/Toh
07 January 2026 5:01 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB