PON XX Papua : Petinju pelatnas hentikan wakil Sulsel tanpa kesulitan
Sabtu, 9 Oktober 2021 18:32 WIB
Petinju Sulsel Jhon Yambe menghadapi wakil Jabar Michael Muskita di kelas 75kg PON di GOR Cendrawasih APO, Kota Jayapura, Papua, Sabtu,(9/10/2021).ANTARA/Abd Kadir
Jayapura (ANTARA) - Petinju pelatnas SEA Games asal Jawa Barat Michael Muskita tanpa kesulitan menghentikan perlawanan wakil Sulsel Jhon Yambe pada pertandingan pertama kelas 75kg Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, 2 hingga 15 Oktober 2021.
Jhon Yambe pada pertandingan yang digelar di GOR Cendrawasih APO, Kota Jayapura, Papua, Sabtu, harus menyerah di ronde kedua setelah kalah Referee Stops Contest (RSC).
Pelatih Tinju Sulsel Dufri Masihor usai laga mengakui dari segi pengalaman dan kualitas Michael Muskita masih di atas anak didiknya.
‘’Jhon memang kalah pengalaman. Itu harus kita akui lawan (Michael) memang bagus. Ini pengalaman berharga bagi Jhon untuk bisa lebih memperbaiki diri,” kata Dufri yang diamini pelatih lainnya Albert Lala’ar.
Menurut dia, meski empat anak asuhnya telah angkat koper namun masih ada harapan satu petinju Sulsel yakni Holy Masihor yang bisa pulang membawa medali.
‘’Doakan semoga Holy bisa membawa pulang membawa emas dari PON Papua,” kata Dufri.
Manajer Tim Tinju Sulsel Muh Tawing yang hadir menyaksikan anak binaanya bertarung di GOR Cendrawasih juga mengakui lawan yang dihadapi Jhon jauh lebih baik.
‘’Ini pengalaman berharga bagi Jhon untuk bisa mengasah diri agar bisa berlatih lebih giat lagi. PON kali ini juga menjadi pengalaman berharga bagi dia," ujarnya.
"Saya berharap dia tidak putus asa. Tetap semangat dan terus mengasah kemampuan untuk menghadapi event-even nasional berikutnya,” lanjut Tawing.
Ia berpesan, dalam setiap kekalahan, selalu ada sebuah pelajaran yang menunjukkan kepada kita bagaimana cara menggapai suatu kemenangan di hari-hari berikutnya.
Meski empat atlet binaanya telah gugur, Tawing mengaku ia tetap mendampingi para atlet tinju Sulsel sampai PON XX Papua, berakhir.
Jhon Yambe pada pertandingan yang digelar di GOR Cendrawasih APO, Kota Jayapura, Papua, Sabtu, harus menyerah di ronde kedua setelah kalah Referee Stops Contest (RSC).
Pelatih Tinju Sulsel Dufri Masihor usai laga mengakui dari segi pengalaman dan kualitas Michael Muskita masih di atas anak didiknya.
‘’Jhon memang kalah pengalaman. Itu harus kita akui lawan (Michael) memang bagus. Ini pengalaman berharga bagi Jhon untuk bisa lebih memperbaiki diri,” kata Dufri yang diamini pelatih lainnya Albert Lala’ar.
Menurut dia, meski empat anak asuhnya telah angkat koper namun masih ada harapan satu petinju Sulsel yakni Holy Masihor yang bisa pulang membawa medali.
‘’Doakan semoga Holy bisa membawa pulang membawa emas dari PON Papua,” kata Dufri.
Manajer Tim Tinju Sulsel Muh Tawing yang hadir menyaksikan anak binaanya bertarung di GOR Cendrawasih juga mengakui lawan yang dihadapi Jhon jauh lebih baik.
‘’Ini pengalaman berharga bagi Jhon untuk bisa mengasah diri agar bisa berlatih lebih giat lagi. PON kali ini juga menjadi pengalaman berharga bagi dia," ujarnya.
"Saya berharap dia tidak putus asa. Tetap semangat dan terus mengasah kemampuan untuk menghadapi event-even nasional berikutnya,” lanjut Tawing.
Ia berpesan, dalam setiap kekalahan, selalu ada sebuah pelajaran yang menunjukkan kepada kita bagaimana cara menggapai suatu kemenangan di hari-hari berikutnya.
Meski empat atlet binaanya telah gugur, Tawing mengaku ia tetap mendampingi para atlet tinju Sulsel sampai PON XX Papua, berakhir.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Timnas bulu tangkis kembali bersaing pada nomor individu Asian Games 2022
02 October 2023 5:59 WIB, 2023
Asian Games 2022 - Skuat bulu tangkis Indonesia bertolak ke Hangzhou
25 September 2023 10:04 WIB, 2023
Pelatih ungkap faktor kekalahan Fajar/Rian dari pasangan India pada final Korea Open
23 July 2023 19:42 WIB, 2023