Menteri Pertanian panen raya jagung hibrida di Gowa Sulsel
Minggu, 28 November 2021 20:59 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat mengikuti kegiatan panen raya jagung hibrida di Kabupaten Gowa, Sulsel, Minggu (28/11/2021). ANTARA/HO-Humas Pemkab Gowa
Gowa (ANTARA) - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengikuti kegiatan panen jagung hibrida di Desa Katangka, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu.
Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, pemerintah akan mengembangkan jagung seluas 1.200 hektare, mulai dari penyediaan fasilitas penanganan budidaya, pasca panen, dan olahan produk turunan jagung hingga menghasilkan jagung dengan kualitas tertentu.
“Kami sedang mempersiapkan upaya optimalisasi ketersediaan pangan pada 2022, lebih khusus ketersediaan jagung dalam negeri dan untuk surplus kami ekspor. Oleh karena itu, ini upaya maksimal bersama Bupati Gowa untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. dikatakan.
Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, pengembangan lahan jagung merupakan salah satu contoh pengembangan kawasan pertanian yang maju, mandiri dan modern.
Beberapa upaya nyata yang dilakukan adalah melakukan intervensi untuk meningkatkan indeks tanam, bimbingan teknis dan meningkatkan alat produksi yang digunakan petani.
“Kami berharap tidak hanya untuk komoditas jagung saja, tetapi juga komoditas lain yang dapat mendukung percepatan penyediaan pangan dan pembangunan daerah tersebut, tentunya tidak hanya di Gowa yang kita lakukan, tetapi juga di daerah lain agar ketersediaan jagung kita tetap terjaga. aman, malah ada surplus kita. Lakukan ekspor,” jelas Syahrul.
Ia berharap perencanaan panen dan budidaya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan dapat meningkatkan musim tanam dari sebelumnya dua kali setahun menjadi tiga kali setahun dengan didukung peralatan pertanian modern.
Pada panen jagung, Menteri Pertanian didampingi Sekjen RI memberikan bantuan benih jagung hibrida yang diberikan kepada empat kelompok tani di Bontonompo.
Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, pemerintah akan mengembangkan jagung seluas 1.200 hektare, mulai dari penyediaan fasilitas penanganan budidaya, pasca panen, dan olahan produk turunan jagung hingga menghasilkan jagung dengan kualitas tertentu.
“Kami sedang mempersiapkan upaya optimalisasi ketersediaan pangan pada 2022, lebih khusus ketersediaan jagung dalam negeri dan untuk surplus kami ekspor. Oleh karena itu, ini upaya maksimal bersama Bupati Gowa untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. dikatakan.
Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, pengembangan lahan jagung merupakan salah satu contoh pengembangan kawasan pertanian yang maju, mandiri dan modern.
Beberapa upaya nyata yang dilakukan adalah melakukan intervensi untuk meningkatkan indeks tanam, bimbingan teknis dan meningkatkan alat produksi yang digunakan petani.
“Kami berharap tidak hanya untuk komoditas jagung saja, tetapi juga komoditas lain yang dapat mendukung percepatan penyediaan pangan dan pembangunan daerah tersebut, tentunya tidak hanya di Gowa yang kita lakukan, tetapi juga di daerah lain agar ketersediaan jagung kita tetap terjaga. aman, malah ada surplus kita. Lakukan ekspor,” jelas Syahrul.
Ia berharap perencanaan panen dan budidaya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan dapat meningkatkan musim tanam dari sebelumnya dua kali setahun menjadi tiga kali setahun dengan didukung peralatan pertanian modern.
Pada panen jagung, Menteri Pertanian didampingi Sekjen RI memberikan bantuan benih jagung hibrida yang diberikan kepada empat kelompok tani di Bontonompo.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komoditas ekspor Sulsel jangkau 63 negara, didominasi perikanan dan pertanian
24 April 2026 21:29 WIB
Pemprov Sulsel percepat perbaikan jalan untuk tingkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian
08 April 2026 13:04 WIB
Pemkab Sidrap hadirkan TeknoFarm Sarprofest dorong produktivitas padi petani
06 February 2026 6:20 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Belanja pemerintah pusat di Sulsel pada triwulan I 2026 mencapai Rp4,7 triliun
06 May 2026 14:22 WIB