Mamuju (ANTARA News) - PT Perusahaan Listrik Nasional (PLN) mengganti slogan "Bekerja Bekerja Bekerja" di Hari Listrik Nasional (HLN) ke-66 2011.
"Pada peringatan HLN yang dilaksanakan hari ini merupakan tonggak perubahan slogan PLN dari "Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik" menjadi "Bekerja Bekerja Bekerja"," kata Kepala PLN Cabang Mamuju, Sulawesi Barat, I Nyoman Sueca dalam sambutannya pada upacara peringatan HLN yang dipusatkan di lapangan Merdeka, Mamuju, Kamis.
Perubahan slogan itu dalam mewujudkan metamorfosa PLN sebagai institusi BUMN yang handal dan terpercaya bagi para stakeholder.
Menurutnya, perubahan slogan ini dimaknai sebagai langkah PLN dalam memupuk jiwa serta semangat etos kerja dan tanggung jawab dari setiap lini mulai dari satpam, call center, tim distribusi, tim pelayanan pelanggan, tim menejmen hingga jajaran direksi.
Ia menyampaikan, semua lini harus berkomitmen dan selalu fokus memberikan pelayanan yang terbaik di bidang ketenagalistrikan bagi masyarakat luas dalam setiap situasi dan kondisi tanpa dipengaruhi oleh isu politik maupun tekanan dari pihak manapun.
"Memasuki usia ke-66 tahun ini seperti yang tertera dalam logo HLN mengandung makna untaian angka 66 yang diibaratkan sebagai kumpulan serabut kabal yang identik dengan listrik. Kabel-kabel ini merupakan representasi dari semnagat PLN dalam melistriki masyarakat,"kata I Nyoman.
Selama 66 tahun kata dia, PLN telah melistriki masyarakat dan akan terus melistriki yang belum berlistrik di seluruh penjuruh Indonesia.
"Angka 66 tahun sengaja dibuat luwes dan tidak kaku yang menggambarkan PLN harus fleksibel dalam melaksanakan misinya dengan baik yatu melistriki masyarakat,"ungkapnya.
I Nyoman menuturkan, setelah sukses menuntaskan daftar tunggu se-Indonesia melalui gerakan sehari sejuta sambungan (Grass) maka saat ini PLN kembali melakukan penggantian KWh meter yang dilaksanakan serempak di seluruh wilayah Indonesia.
"Kategori KWh meter tua diganti yang berumur diatas 8 tahun keatas, macet/rusak, kaca buram dan jenis kerusakan lainnya,"terang dia.
Kegiatan penggantian KWh meter secara massal ini serentak di laksanakan di Indonesia dan khusus untuk di wilayah Sulbar ditargetkan tuntas 3.400 KWh meter.
Menurut dia, tujuan program ini untuk meningkatkan dan menjaga akurasi pengukuran pemakaian listrik oleh pelanggan sehingga mendukung bisnis yang fair antara PLN dengan pelanggan.
"Dengan KWh meter yang akurat maka energi listrik yang digunakan oleh pelanggan akan terukur dengan akurat sehingga pelanggan akan membayar rekening listrik benar-benar sesuai dengan pemakaiannya,"ungkapnya.
Ia menerankan, dari lima kabupaten yang akan dilakukan penggantian KWH terbanyak terdapat di Rayon Manakarra Mamuju sebanyak 950 KWh meter Ranting Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara sebanyak 950 KWh meter dan Ranting Kabupaten Majene sebanyak 699 KWh meter.
Sementara untuk Ranting Kabupaten Mamasa kata dia, akan dilakukan penggantian sebanyak 101 KWh meter, Ranting Polman sebanyak 350 KWh meter dan Ranting Wonomulyo sebanyak 150 KWh meter.
"Tim yang akan turun melakukan penggantian telah disiapkan dibantu tim tekhnis dari PLN. Target pekerjaan setiap hari minimal 300 KWh meter/hari yang diharapkan tuntas November 2011 dan paling lambat pada akhir Desember 2011,"pungkasnya.(T.KR-ACO/M027)
"Pada peringatan HLN yang dilaksanakan hari ini merupakan tonggak perubahan slogan PLN dari "Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik" menjadi "Bekerja Bekerja Bekerja"," kata Kepala PLN Cabang Mamuju, Sulawesi Barat, I Nyoman Sueca dalam sambutannya pada upacara peringatan HLN yang dipusatkan di lapangan Merdeka, Mamuju, Kamis.
Perubahan slogan itu dalam mewujudkan metamorfosa PLN sebagai institusi BUMN yang handal dan terpercaya bagi para stakeholder.
Menurutnya, perubahan slogan ini dimaknai sebagai langkah PLN dalam memupuk jiwa serta semangat etos kerja dan tanggung jawab dari setiap lini mulai dari satpam, call center, tim distribusi, tim pelayanan pelanggan, tim menejmen hingga jajaran direksi.
Ia menyampaikan, semua lini harus berkomitmen dan selalu fokus memberikan pelayanan yang terbaik di bidang ketenagalistrikan bagi masyarakat luas dalam setiap situasi dan kondisi tanpa dipengaruhi oleh isu politik maupun tekanan dari pihak manapun.
"Memasuki usia ke-66 tahun ini seperti yang tertera dalam logo HLN mengandung makna untaian angka 66 yang diibaratkan sebagai kumpulan serabut kabal yang identik dengan listrik. Kabel-kabel ini merupakan representasi dari semnagat PLN dalam melistriki masyarakat,"kata I Nyoman.
Selama 66 tahun kata dia, PLN telah melistriki masyarakat dan akan terus melistriki yang belum berlistrik di seluruh penjuruh Indonesia.
"Angka 66 tahun sengaja dibuat luwes dan tidak kaku yang menggambarkan PLN harus fleksibel dalam melaksanakan misinya dengan baik yatu melistriki masyarakat,"ungkapnya.
I Nyoman menuturkan, setelah sukses menuntaskan daftar tunggu se-Indonesia melalui gerakan sehari sejuta sambungan (Grass) maka saat ini PLN kembali melakukan penggantian KWh meter yang dilaksanakan serempak di seluruh wilayah Indonesia.
"Kategori KWh meter tua diganti yang berumur diatas 8 tahun keatas, macet/rusak, kaca buram dan jenis kerusakan lainnya,"terang dia.
Kegiatan penggantian KWh meter secara massal ini serentak di laksanakan di Indonesia dan khusus untuk di wilayah Sulbar ditargetkan tuntas 3.400 KWh meter.
Menurut dia, tujuan program ini untuk meningkatkan dan menjaga akurasi pengukuran pemakaian listrik oleh pelanggan sehingga mendukung bisnis yang fair antara PLN dengan pelanggan.
"Dengan KWh meter yang akurat maka energi listrik yang digunakan oleh pelanggan akan terukur dengan akurat sehingga pelanggan akan membayar rekening listrik benar-benar sesuai dengan pemakaiannya,"ungkapnya.
Ia menerankan, dari lima kabupaten yang akan dilakukan penggantian KWH terbanyak terdapat di Rayon Manakarra Mamuju sebanyak 950 KWh meter Ranting Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara sebanyak 950 KWh meter dan Ranting Kabupaten Majene sebanyak 699 KWh meter.
Sementara untuk Ranting Kabupaten Mamasa kata dia, akan dilakukan penggantian sebanyak 101 KWh meter, Ranting Polman sebanyak 350 KWh meter dan Ranting Wonomulyo sebanyak 150 KWh meter.
"Tim yang akan turun melakukan penggantian telah disiapkan dibantu tim tekhnis dari PLN. Target pekerjaan setiap hari minimal 300 KWh meter/hari yang diharapkan tuntas November 2011 dan paling lambat pada akhir Desember 2011,"pungkasnya.(T.KR-ACO/M027)