Australian Open - Barty melaju ke babak kedua secepat kilat
Senin, 17 Januari 2022 18:57 WIB
Petenis Australia Ashleigh Barty beraksi selama pertandingan putaran pertama Australian Open melawan Lesia Tsurenko dari Ukraina di Melbourne Park, Melbourne, Australia, Senin (17/1/2022). ANTARA/ REUTERS/James Gourley
Jakarta (ANTARA) - Petenis nomor satu dunia Ashleigh Barty berupaya untuk merebut gelar Australian Open perdananya, Senin, dengan mengalahkan petenis kualifikasi Lesia Tsurenko hanya dalam waktu 54 menit.
Unggulan teratas asal Australia itu menguasai Rod Laver Arena, mengambil alih komando lebih awal untuk melalui set pertama dan menutup pertandingan dengan 6-0 6-1.
Sementara itu, Tsurenko dari Ukraina bukan lawan yang mudah. Meskipun berada di peringkat 120 dan dipaksa untuk lolos tahun ini, petenis berusia 32 tahun itu adalah pemain berpengalaman dengan empat gelar WTA.
Namun, dia keluar dari peringkatnya yang jauh melawan juara bertahan Wimbledon yang sangat ingin dinobatkan sebagai juara dalam dua pekan di Melbourne di mana dia tidak pernah melampaui semifinal.
"Ini indah, terasa seperti sudah sangat lama sejak saya berada di sini," kata Barty saat bermain di depan penonton tuan rumah, dikutip dari AFP, Senin.
"Bermain sebaik yang saya lakukan, itu sangat menyenangkan. Rasanya bagus dan bersih dan saya melakukan pekerjaan dengan baik. Secara keseluruhan, saya menemukan forehand saya dan mampu mengendalikan lapangan."
Menampilan ketenagan yang khas, Barty melaju melalui gim pembukaanya dengan kehilangan hanya satu poin, mematahkan Tsurenko pada kesempatan pertama.
Dia menghadapi break point pada gim ketiga tetapi bangkit untuk unggul 3-0 di depan kemudian mematahkan servis petenis Ukraina itu dua kali lagi untuk mengamankan set tersebut dalam 24 menit.
Petenis berusia 25 tahun itu tak terbendung, dengan kekuatan dan akurasinya yang terlalu tinggi untuk Tsurenko, membuat petenis Ukraina itu tertinggal 2-0 di set kedua.
Dia akhirnya memenangi gim 5-1 untuk mencegah kekalahan "double-bagel" yang terkenal dan menyelamatkan empat match point, namun akhirnya tetap tidak dapat dihindari.
Barty datang ke Australian Open dalam performa yang sangat baik, merebut gelar tunggal dan ganda di Adelaide dan tampil tenang di kandangnya di Slam meskipun banyak eskpektasi.
Dia memenangi French Open pada 2019 dan Wimbledon tahun lalu, dan kembali finis sebagai nomor satu dunia pada 2021, setelah absen di US Open pada September dan tidak bermain lagi sejak itu.
Barty sejajar dengan Steffi Graf, Martina Navratilova, Serena Williams dan Chris Evert sebagai satu-satunya perempuan yang finis sebagai petenis peringkat teratas selama tiga tahun berturut-turut.
Unggulan teratas asal Australia itu menguasai Rod Laver Arena, mengambil alih komando lebih awal untuk melalui set pertama dan menutup pertandingan dengan 6-0 6-1.
Sementara itu, Tsurenko dari Ukraina bukan lawan yang mudah. Meskipun berada di peringkat 120 dan dipaksa untuk lolos tahun ini, petenis berusia 32 tahun itu adalah pemain berpengalaman dengan empat gelar WTA.
Namun, dia keluar dari peringkatnya yang jauh melawan juara bertahan Wimbledon yang sangat ingin dinobatkan sebagai juara dalam dua pekan di Melbourne di mana dia tidak pernah melampaui semifinal.
"Ini indah, terasa seperti sudah sangat lama sejak saya berada di sini," kata Barty saat bermain di depan penonton tuan rumah, dikutip dari AFP, Senin.
"Bermain sebaik yang saya lakukan, itu sangat menyenangkan. Rasanya bagus dan bersih dan saya melakukan pekerjaan dengan baik. Secara keseluruhan, saya menemukan forehand saya dan mampu mengendalikan lapangan."
Menampilan ketenagan yang khas, Barty melaju melalui gim pembukaanya dengan kehilangan hanya satu poin, mematahkan Tsurenko pada kesempatan pertama.
Dia menghadapi break point pada gim ketiga tetapi bangkit untuk unggul 3-0 di depan kemudian mematahkan servis petenis Ukraina itu dua kali lagi untuk mengamankan set tersebut dalam 24 menit.
Petenis berusia 25 tahun itu tak terbendung, dengan kekuatan dan akurasinya yang terlalu tinggi untuk Tsurenko, membuat petenis Ukraina itu tertinggal 2-0 di set kedua.
Dia akhirnya memenangi gim 5-1 untuk mencegah kekalahan "double-bagel" yang terkenal dan menyelamatkan empat match point, namun akhirnya tetap tidak dapat dihindari.
Barty datang ke Australian Open dalam performa yang sangat baik, merebut gelar tunggal dan ganda di Adelaide dan tampil tenang di kandangnya di Slam meskipun banyak eskpektasi.
Dia memenangi French Open pada 2019 dan Wimbledon tahun lalu, dan kembali finis sebagai nomor satu dunia pada 2021, setelah absen di US Open pada September dan tidak bermain lagi sejak itu.
Barty sejajar dengan Steffi Graf, Martina Navratilova, Serena Williams dan Chris Evert sebagai satu-satunya perempuan yang finis sebagai petenis peringkat teratas selama tiga tahun berturut-turut.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Petenis nomor satu dunia Ashleigh Barty pensiun dari tenis di usia 25 tahun
23 March 2022 10:12 WIB, 2022
Australian Open 2022 - Barty melaju ke perempat final usai tekuk Anisimova
23 January 2022 20:58 WIB, 2022
Bahlil dukung rencana pembangunan pabrik "soda ash" pertama di Indonesia
11 September 2021 12:56 WIB, 2021
US Open : Ash Barty tumbang di tangan Shelby Rogers pada babak ketiga
05 September 2021 10:09 WIB, 2021
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Thomas Tuchel perpanjang kontrak sebagai pelatih timnas Inggris hingga 2028
13 February 2026 5:54 WIB