Freeport dan Gramedia Gelar Lomba Mewarnai
Sabtu, 2 Mei 2009 10:26 WIB
Jayapura (ANTARA Sulsel) - PT.Freeport Indonesia melalui program Freeport Peduli bekerja sama dengan Toko Buku Gramedia Jayapura menggelar lomba mewarnai untuk Taman Kanak-kanan (TK) dan Sekolah Dasar (SD) se-Kota Jayapura dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei di Jayapura, Sabtu.
Humas Toko Buku Gramedia, Joko Santoso mengatakan, lomba yang telah diselenggarakan untuk ke dua kalinya ini disambut baik oleh anak-anak, orang tua, pihak sekolah dan masyarakat umum.
Hal ini ditandai dengan jumlah peserta yang mencapai 500 siswa dari berbagai sekolah.
Menurut Joko, lomba ini bertujuan untuk membantu mengembangkan daya kreativitas dan imajinasi anak.
"Hal ini merupakan faktor penting dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di Papua," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, hasil karya anak- anak ini akan dinilai dewan juri yang terdiri dari enam orang yang merupakan pemerhati anak, guru, seniman dan wakil dari Toko Buku Gramedia.
Agar lomba semakin meriah, anak-anak yang mengikuti kegiatan ini datang dengan mengenakan beragam busana daerah lengkap dengan tata riasnya. Diantaranya busana daerah Papua, Jawa, Sumatera dan Sulawesi.
Selama pewarnaan gambar, anak-anak tetap diberi semangat oleh para pendamping agar tetap serius dan berkonsentrasi hingga dapat menyelesaikan karyanya dengan baik.
Lomba ini tidak dipungut biaya apapun, bahkan semua peralatan lomba disediakan panitia.
Joko mengakui, lomba ini akan terus dikembangkan sebagai kegiatan yang terjadwal sebagai wujud kepedulian dan perhatian Toko Buku Gramedia terhadap pengembangan sumber daya manusia di Papua, khususnya bagi kalangan anak-anak.
(T.PK-LWA/O001)
Humas Toko Buku Gramedia, Joko Santoso mengatakan, lomba yang telah diselenggarakan untuk ke dua kalinya ini disambut baik oleh anak-anak, orang tua, pihak sekolah dan masyarakat umum.
Hal ini ditandai dengan jumlah peserta yang mencapai 500 siswa dari berbagai sekolah.
Menurut Joko, lomba ini bertujuan untuk membantu mengembangkan daya kreativitas dan imajinasi anak.
"Hal ini merupakan faktor penting dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di Papua," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, hasil karya anak- anak ini akan dinilai dewan juri yang terdiri dari enam orang yang merupakan pemerhati anak, guru, seniman dan wakil dari Toko Buku Gramedia.
Agar lomba semakin meriah, anak-anak yang mengikuti kegiatan ini datang dengan mengenakan beragam busana daerah lengkap dengan tata riasnya. Diantaranya busana daerah Papua, Jawa, Sumatera dan Sulawesi.
Selama pewarnaan gambar, anak-anak tetap diberi semangat oleh para pendamping agar tetap serius dan berkonsentrasi hingga dapat menyelesaikan karyanya dengan baik.
Lomba ini tidak dipungut biaya apapun, bahkan semua peralatan lomba disediakan panitia.
Joko mengakui, lomba ini akan terus dikembangkan sebagai kegiatan yang terjadwal sebagai wujud kepedulian dan perhatian Toko Buku Gramedia terhadap pengembangan sumber daya manusia di Papua, khususnya bagi kalangan anak-anak.
(T.PK-LWA/O001)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB
Bentrok bersenjata perbatasan Kamboja-Thailand paksa lebih banyak sekolah ditutup
16 December 2025 10:46 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB
Bentrok bersenjata perbatasan Kamboja-Thailand paksa lebih banyak sekolah ditutup
16 December 2025 10:46 WIB