Jalur Raha-Wamengkoli Berlubang dan Berdebu
Senin, 20 Agustus 2012 13:58 WIB
Muna, Sultra (ANTARA News) - Jalur lintas antarkabupaten Muna ibukota Raha menuju penyeberangan feri Wamengkoli Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) masih memprihatinkan, karena berlubang dan berdebu di saat musim panas seperti saat ini.
Pantauan di jalur yang cukup ramai dan sibuk dilalui masyarakat di dua daratan kepulauan yang dipisahkan dengan laut itu, Senin, warga seolah-olah pasrah menerima kenyataan yang sudah lama dinanti untuk diaspal, namun hingga kini belum juga terealisasi.
Bahkan pemerintah kabupaten dan provinsi, sudah beberapa kali mengeluarkan 'statement' terkait pengaspalan jalan yang dilalui masyarakat untuk lintas kabupaten Buton, Kota Baubau, Buton Utara dan Kabupaten Wakatobi.
"Sangat wajar bila masyarakat di Kabupaten Muna dan masyarakat lain yang menggunakan jalur ini, memprotes kapan jalan nasional itu bisa diaspal seperti jalan lain di tanah air," kata tokoh masyarakat di Kabaupaten Muna, La Ode Idjham.
Menurut Idjam, kerusakan jalan yang sudah bertahun-tahun itu tidak mendapat sentuhan perbaikan, padahal, para anggota dewan disaat melakukan kampanye untuk meraih simpati masyarakat, selalu menjanjikan perbaikan jalan tersebut.
Jalan nasional sepanjang kurang lebih 80 kilometer itu, kini kondisinya sangat memprihatinkan karena jarak tempuh untuk bisa tiba ditujuan saat ini ditempuh antara 6-7 jam, padahal biasanya hanya 2-3 jam.
Tidak heran, bila baru-baru ini (H-1 sebelum Idul Fitri), masyarakat sempat menyandera kendaraan dinas Pemkab Muna yang melintas di lauritu, dan meminta kepastian pemerintah terkat kapan jalan tersebut bisa teraspal kembali.
Bahkan sejumlah lembaga mahasiswa dan LSM di Kota Kendari, sudah sering melakukan aksi demostrasi terkait kerusakan jalan yang dinilai sibuk dilalui pengguna jasa di daerah itu.
Kadis Pekerjaan Umum Sultra, Dody Djalante, belum lama ini mengatakan, bahwa tahun anggaran 2012 telah dianggarkan pembangunan jalan Raha-Wamengkoli sebesar Rp25 miliar melalui APBD provinsi dan sebagian lainnya akan melalui bantuan pinjaman investasi pusat (PIP).
"Persoalan kepan pengaspalan jalan Raha-Wamengkoli itu dikerjakan, sisa menunggu waktu saja, yang pasti bahwa tahun ini sudah dikerjakan," katanya. (T.A056/E001)
Pantauan di jalur yang cukup ramai dan sibuk dilalui masyarakat di dua daratan kepulauan yang dipisahkan dengan laut itu, Senin, warga seolah-olah pasrah menerima kenyataan yang sudah lama dinanti untuk diaspal, namun hingga kini belum juga terealisasi.
Bahkan pemerintah kabupaten dan provinsi, sudah beberapa kali mengeluarkan 'statement' terkait pengaspalan jalan yang dilalui masyarakat untuk lintas kabupaten Buton, Kota Baubau, Buton Utara dan Kabupaten Wakatobi.
"Sangat wajar bila masyarakat di Kabupaten Muna dan masyarakat lain yang menggunakan jalur ini, memprotes kapan jalan nasional itu bisa diaspal seperti jalan lain di tanah air," kata tokoh masyarakat di Kabaupaten Muna, La Ode Idjham.
Menurut Idjam, kerusakan jalan yang sudah bertahun-tahun itu tidak mendapat sentuhan perbaikan, padahal, para anggota dewan disaat melakukan kampanye untuk meraih simpati masyarakat, selalu menjanjikan perbaikan jalan tersebut.
Jalan nasional sepanjang kurang lebih 80 kilometer itu, kini kondisinya sangat memprihatinkan karena jarak tempuh untuk bisa tiba ditujuan saat ini ditempuh antara 6-7 jam, padahal biasanya hanya 2-3 jam.
Tidak heran, bila baru-baru ini (H-1 sebelum Idul Fitri), masyarakat sempat menyandera kendaraan dinas Pemkab Muna yang melintas di lauritu, dan meminta kepastian pemerintah terkat kapan jalan tersebut bisa teraspal kembali.
Bahkan sejumlah lembaga mahasiswa dan LSM di Kota Kendari, sudah sering melakukan aksi demostrasi terkait kerusakan jalan yang dinilai sibuk dilalui pengguna jasa di daerah itu.
Kadis Pekerjaan Umum Sultra, Dody Djalante, belum lama ini mengatakan, bahwa tahun anggaran 2012 telah dianggarkan pembangunan jalan Raha-Wamengkoli sebesar Rp25 miliar melalui APBD provinsi dan sebagian lainnya akan melalui bantuan pinjaman investasi pusat (PIP).
"Persoalan kepan pengaspalan jalan Raha-Wamengkoli itu dikerjakan, sisa menunggu waktu saja, yang pasti bahwa tahun ini sudah dikerjakan," katanya. (T.A056/E001)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB