Palu (ANTARA News) - Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mewaspadai belasan titik longsor di sepanjang jalan di Kecamatan Kulawi terkait curah hujan yang masih tinggi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi Resmin Laze di Sigi, Senin, mengatakan belasan titik longsor itu sebagian besar di pinggir jalan yang sering dilewati warga dari Kota Palu menuju Kulawi atau sebaliknya.

"Ada juga yang berada di sekitar permukiman warga sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaan," katanya.

Resmin mengatakan kondisi geografis Kabupaten Sigi yang berbukit-bukit membuat daerah ini rentan terjadi tanah longsor.

Dia mengimbau warga yang berada di sekitar titik rawan longsor untuk waspada terutama saat terjadi hujan deras.

Saat ini sejumlah longsor ringan juga terjadi di beberapa titik di Kulawi namun tidak sempat mengganggu arus transportasi.

Menurutnya, salah satu penyebab tanah longsor adalah semakin maraknya pengundulan hutan baik dari pembukaan lahan pertanian atau praktik penebangan pohon.

Pada akhir 2011, bencana banjir dan tanah longsor melanda Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, yang menyebabkan enam orang tewas dan ratusan rumah rusak parah.

Sementara pada Agustus 2012 Kabupaten Sigi dilanda gempa bumi berkekuatan 6,2 pada Skala Richter yang mengakibatkan lima orang tewas dan 41 orang terluka tertimpa reruntuhan bangunan.

Gempa tersebut juga menimbulkan tanah longsor di tiga kecamatan, yakni Lindu, Gumbasa dan Kulawi.
(T.R026/Z003)