Kolaka, Sultra (ANTARA Sulsel) - Perseroan Terbatas Antam Tbk Unit Bisnis Pengembangan Nikel (UBPN) Sulawesi Tenggara secara resmi mengoperasikan mesin generator set (genset) listrik berkapasitas 34 megawatt untuk meningkatkan efisiensi kebutuhan listrik perusahaan itu.

Peresmian genset tersebut dilakukan oleh direksi manajemen PT Antam Tbk yang disaksikan Asisten II Pemerintah Kabupaten Kolaka di Pomalaa, Sabtu.

Humas PT Antam Tbk UBPN Sultra Muhammad Rusdan mengatakan, selain genset, perusahaan pertambangan nikel tersebut mulai mengoperasikan "ladle furnace" yang baru untuk mengoptimalkan proses pengolahan dan pemurnian pabrik feronikel di Pomala.

"Kedua genset listrik yang baru menjadi bagian dari pembangkit listrik tenaga diesel ketiga (PLTD-3) yang memiliki kapasitas 6x17 MW dan telah beroperasi sejak 2007," katanya.

Pembangunan genset baru tersebut senilai 35,8 juta dolar AS, kata dia, yang berfungsi untuk menggantikan suplai energi listrik yang berasal dari PLTD kedua yang beroperasi sejak 1995.

"Dengan adanya PLTD baru ini, penggunaan listrik akan lebih efisien dan distribusi kebutuhan energi listrik untuk pabrik juga akan lebih optimal," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa penambahan genset baru juga mendukung kebutuhan energi listrik untuk proyek perluasan pabrik feronikel Pomalaa (P2FP) yang mencakup peningkatan kapasitas daya 'furnace-1' dari 17 MW menjadi 38 MW.

Menurut Rusdan, pengoperasian "ladle furnace" yang baru menelan biaya sebesar 10,4 juta dolar AS dan berfungsi untuk mengoptimalkan proses pengolahan dan pemurnian pabrik feronikel.

"Dengan beroperasinya 'ladle furnace' ini, melalui peningkatan efisiensi pemakaian bahan, peningkatan 'yield' nikel dan peningkatan fleksibilitas proses pemurnian feronikel sebagai persiapan untuk proses pemurnian pabrik feronikel setelah proyek P2FP selesai nanti," ujarnya.

Proyek P2FP itu juga, lanjut Rusdan, terdiri atas delapan paket pekerjaan, yakni jetty dan facilities, belt conveyors, feni plant-1, ladle furnace, ore preparation dan calcination, electric smelting furnace, oxygen plant, dan paket pembangunan PLTU batu bara 2x30 MW.

"Konstruksi EPC proyek P2FP berjalan on track, on budget, dan on quality, dengan konstruksi telah mencapai 23 persen," kata Rusdan. D.Dj. Kliwantoro

Pewarta : La Ode Masrafi
Editor :
Copyright © ANTARA 2024