Makassar (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendukung penuh produksi film layar lebar berjudul Rantemario karya anak bangsa yang mengambil lokasi syuting di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan. 

"Rencana produksi film ini sudah disampaikan langsung oleh Executive Produser Andi Rukman Karumpa kepada Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, dan beliau mendukung penuh," ujar Sutradara Film Rantemario Indra J Mae di sela-sela proses casting di Makassar, Sabtu. 

Ia menjelaskan bahwa film tersebut nantinya menampilkan berbagai potensi pariwisata pada lokasi syuting di daerah tersebut, sekaligus bertujuan mendukung program promosi pariwisata secara nasional.

Film tersebut, kata dia, bukan hanya bercerita drama saja, tapi semua elemen dari berbagai unsur pariwisata dihadirkan dalam adegannya. 

Untuk anggaran produksi, kata Rukman, didukung dari Kemenparekraf dan bekerja sama Lembaga DPP Himpunan Keluarga Massenrenpulu (Hikma) Enrekang.

Sedangkan dukungan dari sejumlah sponsor, sejauh ini masih sedang berproses. 
  Suasana proses casting Film Rantemario di salah satu ruangan hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/6/2023). ANTARA/Darwin Fatir. 

Mengenai jumlah peserta casting guna mencari pemeran sesuai data base, ia menyebut telah mencapai 400 orang dan belum terhitung pendaftaran secara daring.

Peserta datang bukan hanya dari Kota Makassar, tapi dari daerah lain yang berlangsung dua hari mulai 17-18 Juni 2023. 

"Antusias peserta sangat besar, sehingga dilanjutkan nanti di kampus Unismuh Kabupaten Enrekang pada 21-24 Juni. Kenapa Enrekang dipilih? karena tema dan lokasi utama film ini di Enrekang. Seniman lokal juga kita libatkan  dalam produksi sebagai dukungan program pemberdayaan potensi sumber daya manusianya," papar Indra yang sebelumnya sukses membuat film Selimut Kabut Rongkong,

Film Rantemario bergenre drama petualangan di produksi Cahayaditama.

Cerita film Rantemario akan mengungkap kisah cinta romantis dengan latar belakang aktifitas petualangan di Gunung Latimojong Enrekang. 

Film ini dinilai sangat menarik minat para aktivis pecinta alam serta berbagai profesi pegiat alam bebas Indonesia khususnya di Sulsel.

Apalagi film ini mengangkat kisah mahasiswa di tahun 90-an.

Hingga kini tercatat sejumlah aktivis dari kalangan mahasiswa dan berbagai organisasi ikut ambil bagian dalam proses casting

Yhandi Fernanda salah seorang peserta casting berharap bisa menjadi pemeran dan bagian dari produksi film itu, sebab ia merupakan orang Enrekang yang dapat berkontribusi dalam mempromosikan potensi-potensi destinasi wisata di daerahnya. 

Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2024