Dinas PKHP Soppeng akui budi daya holtikultura membantu sektor peternakan
Sabtu, 27 Januari 2024 20:12 WIB
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin menanam pohon sukun sebagai Program Ketahanan Pangan di Soppeng. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel
Makassar (ANTARA) - Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan (PKHP) Kabupaten Soppeng Erman Asnawi mengakui bahwa budi daya holtikultura turut membantu kemajuan pembangunan sektor peternakan di daerah itu.
"Budi daya tanaman hortikultura, seperti pisang cavendish, sukun, dan nangka madu, ternyata tidak hanya untuk ketahanan pangan. Tetapi, limbah pertanian juga bisa digunakan sebagai pakan ternak," ujar dia melalui keterangan di Makassar, Sulawesi Selatan Sabtu.
Selain sebagai bahan pangan, kata dia, limbah tanaman sukun dapat digunakan sebagai pakan alternatif ternak. Hal ini tentunya akan membantu mengatasi keterbatasan jumlah pakan dan nutrisi yang berasal dari rumput.
"Ini akan sangat membantu dalam mengatasi keterbatasan jumlah pakan dan nutrisi yang berasal dari rumput. Dalam konteks ini, limbah pertanian dapat menjadi solusi yang efektif untuk memenuhi kebutuhan pakan dan nutrisi ternak," kata dia.
Hal ini juga disampaikan kepada Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin dan Bupati Soppeng Kaswadi Razak di sela kunjungan mereka ke Desa Belo, Kecamatan Ganra, Jumat (26/1).
Kunjungan Pj Gubernur Bahtiar ini dalam rangka budi daya sukun yang juga digalakkan hingga Kabupaten Soppeng.
Erman mengungkapkan bahwa lahan untuk kebun rumput sudah semakin tipis. Masyarakat peternak sekarang menggunakan jerami sebagai bahan utama peternakan. Tetapi, kualitasnya rendah sehingga perlu ditambah nutrisi lain.
"Hari ini kita menanam sukun. Itu limbah vegetasinya kalau dipangkas, bisa menjadi pakan yang bagus untuk ternak," ujarnya.
Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa yang sedang Magang Kampus Merdeka dan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar yang sedang KKN di Soppeng ikut terlibat dalam budi daya tanaman sukun ini.
"Budi daya tanaman hortikultura, seperti pisang cavendish, sukun, dan nangka madu, ternyata tidak hanya untuk ketahanan pangan. Tetapi, limbah pertanian juga bisa digunakan sebagai pakan ternak," ujar dia melalui keterangan di Makassar, Sulawesi Selatan Sabtu.
Selain sebagai bahan pangan, kata dia, limbah tanaman sukun dapat digunakan sebagai pakan alternatif ternak. Hal ini tentunya akan membantu mengatasi keterbatasan jumlah pakan dan nutrisi yang berasal dari rumput.
"Ini akan sangat membantu dalam mengatasi keterbatasan jumlah pakan dan nutrisi yang berasal dari rumput. Dalam konteks ini, limbah pertanian dapat menjadi solusi yang efektif untuk memenuhi kebutuhan pakan dan nutrisi ternak," kata dia.
Hal ini juga disampaikan kepada Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin dan Bupati Soppeng Kaswadi Razak di sela kunjungan mereka ke Desa Belo, Kecamatan Ganra, Jumat (26/1).
Kunjungan Pj Gubernur Bahtiar ini dalam rangka budi daya sukun yang juga digalakkan hingga Kabupaten Soppeng.
Erman mengungkapkan bahwa lahan untuk kebun rumput sudah semakin tipis. Masyarakat peternak sekarang menggunakan jerami sebagai bahan utama peternakan. Tetapi, kualitasnya rendah sehingga perlu ditambah nutrisi lain.
"Hari ini kita menanam sukun. Itu limbah vegetasinya kalau dipangkas, bisa menjadi pakan yang bagus untuk ternak," ujarnya.
Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa yang sedang Magang Kampus Merdeka dan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar yang sedang KKN di Soppeng ikut terlibat dalam budi daya tanaman sukun ini.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penjabat Gubernur Sulbar dorong pengembangan hortikultura di Mamasa
14 November 2024 22:19 WIB, 2024
Pj Gubernur Sulbar ajak petani Mamasa kembangkan tanaman hortikultura
25 September 2024 0:49 WIB, 2024
Penjabat Gubernur Sulbar kembangkan aren sebagai salah satu komoditas utama
18 September 2024 12:21 WIB, 2024
Menko Perekonomian mengapresiasi program holtikultura Pemprov Sulsel
02 February 2024 1:19 WIB, 2024
Bupati Pangkep mengoptimalkan lahan tidur untuk budi daya hortikultura
07 January 2024 21:06 WIB, 2024