Manado (ANTARA Sulsel) - Kepala Perum Bulog Divre Sulawesi Utara (Sulut) Yayan Suparyan mengatakan hingga kini telah menyalurkan 300 ton beras cadangan beras pemerintah (CBP) untuk korban banjir bandang di Kota Manado dan sebagian Kabupaten Minahasa.

Beras CBP ini memang disiapkan guna memenuhi permintaan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk keadaan darurat baik bencana alam maupun kondisi alam seperti di kepulauan, kata Yayan Suparyan di Manado, Sulut, Kamis.

Menurut Yayan Suparyan bahwa teknis penyaluran beras untuk bencana alam itu, pemerintah kabupaten/kota dapat mengajukan ke kantor Bulog setempat.

Katanya, sesuai Peraturan Menteri Sosial No 20 Tahun 2012 tentang prosedur dan mekanisme penyaluran CBP untuk penanganan tanggap darurat bahwa pemerintah kabupaten dan kota mendapatkan kuota 100 ton per tahun, sementara pemerintah provinsi 200 ton per tahun.

Jika dari stok tersebut masih kurang atau tidak mencukupi, maka bupati atau wali kota dapat mengajukan ke gubernur. Sementara gubernur dapat mengajukan ke Kementerian Sosial, katanya.

"Bulog sendiri tidak bisa mendistribusikan bila tidak ada permintaan dari pemerintah kabupaten/kota," jelasnya, sambil menambahkan Bulog telah menyalurkan beras itu di Kota Manado, kabupaten Minahasa dan beberapa daerah di kepulauan.

Sesuai data Antara di peroleh dari pemerintah provinsi Sulut bahwa bencana alam banjir bandang dan tanah longsor pada Rabu (15/1) terjadi di sejumlah lokasi Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Utara.

Bencana alam tersebut menimbulkan korban 20 orang tewas, ratusan rumah hanyut, 15 ribu orang mengungsi, serta 107 ribu jiwa terkena dampaknya, sedangkan kerugian material bidang infrastruktur mencapai Rp1,8 triliun. I.K. Sutika