Pansel KPK gelar konsultasi publik jaring aspirasi terkait pendaftar capim
Jumat, 12 Juli 2024 5:55 WIB
Wakil Ketua Pansel KPK Arief Satria saat menggelar konsultasi publik menjaring aspirasi terkait pendaftar calon pimpinan KPK di Makassar, Kamis (11/7/2024). ANTARA/Muh Hasanuddin.
Makassar (ANTARA) - Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Capim) dan Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar konsultasi publik untuk menjaring aspirasi dari aktivis maupun pegiat antikorupsi.
Wakil Ketua Pansel KPK Arief Satria di Makassar, Kamis, mengatakan peserta capim yang mendaftar melalui laman https://apel.setneg.go.id/ sebanyak 79 orang dan dewas 64 pendaftar.
"Per saat ini, Kamis (11/7) peserta yang registrasi saja sudah 632 orang tapi yang submit dokumen itu 79 orang. Untuk dewas sudah 64 orang pendaftar," katanya.
Arief Satria mengatakan konsultasi publik ini sudah dilakukan di berbagai kota seperti Surabaya, Medan dan Makassar.
Konsultasi publik juga sudah dilakukan dengan representasi pimpinan redaksi media massa, akademisi, asosiasi pengusaha, BUMN dan lainnya untuk menjaring aspirasi.
"Semoga dengan konsultasi publik ini kami bisa menyerap aspirasi yang nantinya bisa menjadi pertimbangan untuk menyeleksi para pendaftar dan kami bekerja sesuai dengan undang-undang," katanya.
Ia pun berharap besar kepada masyarakat untuk memberikan masukan kepada pansel terkait dengan rekam jejak para pendaftar.
Arief mengakui jika pansel memiliki banyak instrumen dalam proses seleksi itu seperti analisis PPATK melalui transaksi, kepatuhan dalam pajak maupun lainnya.
"Kami memiliki instrumen-instrumen dalam proses analisis melalui PPATK kemudian pajak dan lainnya. Peran masyarakat sangat penting, makanya kami mendorong partisipasi masyarakat dalam memberikan penilaian," terangnya.
Bagi masyarakat, kata dia, yang akan memberikan tanggapan mengenai peserta capim KPK bisa langsung mengaksesnya melalui laman yang telah disiapkan sebelumnya.
Wakil Ketua Pansel KPK Arief Satria di Makassar, Kamis, mengatakan peserta capim yang mendaftar melalui laman https://apel.setneg.go.id/ sebanyak 79 orang dan dewas 64 pendaftar.
"Per saat ini, Kamis (11/7) peserta yang registrasi saja sudah 632 orang tapi yang submit dokumen itu 79 orang. Untuk dewas sudah 64 orang pendaftar," katanya.
Arief Satria mengatakan konsultasi publik ini sudah dilakukan di berbagai kota seperti Surabaya, Medan dan Makassar.
Konsultasi publik juga sudah dilakukan dengan representasi pimpinan redaksi media massa, akademisi, asosiasi pengusaha, BUMN dan lainnya untuk menjaring aspirasi.
"Semoga dengan konsultasi publik ini kami bisa menyerap aspirasi yang nantinya bisa menjadi pertimbangan untuk menyeleksi para pendaftar dan kami bekerja sesuai dengan undang-undang," katanya.
Ia pun berharap besar kepada masyarakat untuk memberikan masukan kepada pansel terkait dengan rekam jejak para pendaftar.
Arief mengakui jika pansel memiliki banyak instrumen dalam proses seleksi itu seperti analisis PPATK melalui transaksi, kepatuhan dalam pajak maupun lainnya.
"Kami memiliki instrumen-instrumen dalam proses analisis melalui PPATK kemudian pajak dan lainnya. Peran masyarakat sangat penting, makanya kami mendorong partisipasi masyarakat dalam memberikan penilaian," terangnya.
Bagi masyarakat, kata dia, yang akan memberikan tanggapan mengenai peserta capim KPK bisa langsung mengaksesnya melalui laman yang telah disiapkan sebelumnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pansel umumkan 20 calon pimpinan KPK dan 20 calon dewas KPK yang lolos tes asesmen
11 September 2024 16:03 WIB, 2024
Panitia seleksi umumkan 40 nama calon pimpinan dan dewas KPK lolos tes tertulis
08 August 2024 13:41 WIB, 2024
Pansel mendengarkan aspirasi rektor universitas untuk seleksi capim KPK
06 June 2024 14:25 WIB, 2024
Pansel menyerap aspirasi media massa terkait seleksi capim dan dewas KPK
05 June 2024 15:15 WIB, 2024