Makassar (ANTARA) - Dinas Perpustakaan (Dispus) Kota Makassar, Sulawesi Selatan melakukan uji coba Program Dropbook Bergerak (DoBrak) di 10 sekolah dasar untuk meningkatkan literasi dan budaya baca di daerah itu.

"Setelah program diujicoba di 10 sekolah, maka hasilnya akan dikembangkan di berbagai sekolah lainnya," ujar Kepala Dispus Kota Makassar Aryati Puspasari Abady di Makassar, Kamis.

Ia mengemukakan banyak permasalahan dalam upaya meningkatkan budaya baca hingga menyia-nyiakan bahan bacaan.

Menurut dia, banyak buku bacaan, termasuk buku pelajaran/buku paket (sekolah tertentu), tidak lagi dimanfaatkan oleh siswa setelah mereka naik kelas atau pindah ke jenjang berikutnya.

"Jika diasumsikan saja setiap siswa di Kota Makassar memiliki minimal satu buku dan jumlah siswa di Kota Makassar sebanyak ratusan ribu siswa, maka begitu besar buku yang tidak termanfaatkan. Sementara ada siswa yang membutuhkan dan ada juga perpustakaan sekolah yang kekurangan buku," kata dia.

Maka dari itu, Program DoBrak yang akan diujicoba itu merupakan proyek percontohan di 10 sekolah dengan skema menghimpun bahan bacaan yang tidak digunakan lagi oleh siswa, orang tua atau masyarakat kemudian dilakukan pencatatan dan pemilahan.

"Setelah tersortir, kemudian akan dijemput oleh Dinas Perpustakaan Kota Makassar untuk dihimpun dan diolah, kemudian disalurkan ke perpustakaan binaan termasuk perpustakaan sekolah yang membutuhkan," kata Pustakawan Dinas Perpustakaan Makassar Tulus Wulan Juni.

Program yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan Kota Makassar ini akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sekolah di Kota Makassar, untuk melakukan gerakan estafet buku atau bergantian menggunakan buku.

Buku yang sudah tidak digunakan lagi atau tidak dibaca lagi, kata dia, kembali dimanfaatkan sebagai bahan bacaan seluas-luasnya kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk memenuhi kebutuhan bahan bacaan di perpustakaan sekolah dan perpustakaan binaan Dinas Perpustakaan Kota Makassar.

"Namun bisa jadi sebelum disalurkan, terlebih dahulu untuk mencukupi ragam koleksi dari 10 sekolah yang menjadi percontohan sebagai bentuk jejaring kerja sama perpustakaan," ujarnya.

Terkait dengan program ini, Dispus Makassar telah melakukan sosialisasi kepada 10 sekolah sebagai mitra kolaborasi, yakni  MTS Negeri 1 Makassar, MTS Negeri 2 Makassar, SMP Telkom Makassar, SDIT Wahdah Islamiyah Makassar, SMPIT Wahdah Islamiyah Makassar, SD Kidstar Makassar, SD Islam Athirah Makassar, SMP Islam Athirah Makassar, SD Telkom Makassar dan SMP Al-Azhar Makassar.

Ia menyebut beberapa sekolah akan memulai mengumpulkan bahan bacaan dari siswa dan orang tua yang tidak dimanfaatkan lagi.

"Dinas Perpustakaan Kota Makassar akan menyusun petunjuk teknis sebagai pedoman pelaksanaan program ini," ujar Tulus.

Selain di sekolah, Dinas Perpustakaan akan membuka dropbook point di tempat umum seperti pada area Car Free Day (CFD) setiap pekan dan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Umum Kota Makassar.


Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026