"Negeri tanpa ayah" diangkat ke layar lebar
Sabtu, 26 Desember 2015 15:37 WIB
Makassar (ANTARA Sulsel) - Seminar dan tausiyah Ustadz Erick Yusuf di beberapa lokasi sepanjang 2015 yang membahas soal "Negeri Tanpa Ayah" siap diangkat ke layar lebar.
"Untuk agenda selanjutnya (setelah film Tausiyah Cinta), kami ada rencana membuat satu film yang berangkat dari sebuah seminar dan tausiyah Ustdaz Erick Yusuf tentang negeri tanpa ayah," kata Produser Film "Tausyiah Cinta" Suwandi Basyir di Makassar, Sabtu.
Mengenai persiapan pembuatan film ini, kata dia, diharapkan sudah bisa mulai dilakukan pada 2016. Begitupun dengan proses syuting film yang akan dibuat itu dijadwalkan pada akhir 2016.
Untuk film ini sendiri, kata dia, tentunya disesuaikan dengan isi tausiyah yang menceritakan tentang pentingnya peran seorang ayah bagi perkembangan anak dan pembangunan bangsa kedepan.
Pria yang akrab disapa Ibas itu menjelaskan, seorang ibu memang sebagai universitas kehidupan bagi sang anak karena dialah yang selalu berada di dekatnya. Namun begitu ibu dinilai hanya fokus menanamkan jiwa kedisiplinan kepada anak. Adapun tugas menanamkan moralitas kepada anak itu ialah sang ayah.
Menurut dia, sosok ayah bisa menjadi kepala sekolah bagi keluarganya. Sosok ayah juga diharapkan menjalankan tugasnya secara optimal. Namun dengan kondisi yang terjadi saat ini, dimana seorang ayah lebih sibuk untuk mencari nafkah dan sedikit waktu bersama anak menjadi persoalan tersendiri.
"Seperti itulah ide yang akan kita tampilkan dalam film "Negeri Tanpa Ayah" nanti. Film ini tentu sebagai upaya mengajak para ayah untuk bisa lebih terlibat dan bisa menjadi pahlawan bagi anaknya," katanya.
Terkait rencana pembuata film ini, pihaknya juga masih akan melakukan beberapa kegiatan awal sebelum proses syuting. Pihakya juga masih mencari pemeran yang dinilai cocok dan tepat untuk terlibat dalam film tersebut.
Selain itu, dirinya saat ini memang masih fokus dalam mempromosikan film yang telah diputar dalam bentuk nonton bareng di beberapa kota di Tanah Air seperti Bandung, Purwokerto, Balikpapan, Banjarmasin, Yogyakarta termasuk Makassar yang dilaksanakan 26 Desember 2016.
"Kami akan fokus dulu dengan film yang sekarang. Namun kami juga berupaya menyiapkan diri untuk karya selanjutnya sehingga juga bisa mendapatkan respon positif dari masyarakat," ujarnya.
"Untuk agenda selanjutnya (setelah film Tausiyah Cinta), kami ada rencana membuat satu film yang berangkat dari sebuah seminar dan tausiyah Ustdaz Erick Yusuf tentang negeri tanpa ayah," kata Produser Film "Tausyiah Cinta" Suwandi Basyir di Makassar, Sabtu.
Mengenai persiapan pembuatan film ini, kata dia, diharapkan sudah bisa mulai dilakukan pada 2016. Begitupun dengan proses syuting film yang akan dibuat itu dijadwalkan pada akhir 2016.
Untuk film ini sendiri, kata dia, tentunya disesuaikan dengan isi tausiyah yang menceritakan tentang pentingnya peran seorang ayah bagi perkembangan anak dan pembangunan bangsa kedepan.
Pria yang akrab disapa Ibas itu menjelaskan, seorang ibu memang sebagai universitas kehidupan bagi sang anak karena dialah yang selalu berada di dekatnya. Namun begitu ibu dinilai hanya fokus menanamkan jiwa kedisiplinan kepada anak. Adapun tugas menanamkan moralitas kepada anak itu ialah sang ayah.
Menurut dia, sosok ayah bisa menjadi kepala sekolah bagi keluarganya. Sosok ayah juga diharapkan menjalankan tugasnya secara optimal. Namun dengan kondisi yang terjadi saat ini, dimana seorang ayah lebih sibuk untuk mencari nafkah dan sedikit waktu bersama anak menjadi persoalan tersendiri.
"Seperti itulah ide yang akan kita tampilkan dalam film "Negeri Tanpa Ayah" nanti. Film ini tentu sebagai upaya mengajak para ayah untuk bisa lebih terlibat dan bisa menjadi pahlawan bagi anaknya," katanya.
Terkait rencana pembuata film ini, pihaknya juga masih akan melakukan beberapa kegiatan awal sebelum proses syuting. Pihakya juga masih mencari pemeran yang dinilai cocok dan tepat untuk terlibat dalam film tersebut.
Selain itu, dirinya saat ini memang masih fokus dalam mempromosikan film yang telah diputar dalam bentuk nonton bareng di beberapa kota di Tanah Air seperti Bandung, Purwokerto, Balikpapan, Banjarmasin, Yogyakarta termasuk Makassar yang dilaksanakan 26 Desember 2016.
"Kami akan fokus dulu dengan film yang sekarang. Namun kami juga berupaya menyiapkan diri untuk karya selanjutnya sehingga juga bisa mendapatkan respon positif dari masyarakat," ujarnya.
Pewarta : Abd Kadir
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenag Sulsel gelar tausiyah kebangsaan peringati Hari Santri Nasional
22 October 2020 6:41 WIB, 2020
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019