Makassar (ANTARA Sulsel) - Film bernuansa lokal berjudul "Dumba`-Dumba`" karya Syahrir Arsyad Dini menyasar pasar mancanegara.
"Film kami selain akan diputar secara serentak di dalam negeri pada 25 Februari 2016, juga akan ditayangkan di luar negeri," kata Syahrir yang lebih akrab disapa Rere saat memberikan keterangan persnya di Makassar, Senin.
Dia mengatakan, film yang diproduksi lokal dan menggunakan pemain lokal di Makassar dan sekitarnya ini, untuk tayangan mancanegera diberi judul "Friendship Forever".
Khusus di Malaysia dan Singapura akan disulih bahasa menjadi Bahasa Inggris, sedang di Thailand dan Filipina akan menggunakan bahasa setempat.
"Kalau di Filipina, film ini dipesan tanpa audio dan akan didubbing dengan menggunakan Bahasa Tagalog," kata produser dan kurator Film "Dumba`-Dumba`" alias film Bombe dua.
Menurut dia, film karya generasi muda Bugis-Makassar ini yang mengusung edukasi untuk anak-anak diproduksi sekitar 13 bulan.
Sementara untuk menayangan perdana akan digelar di sejumlah bioskop di kota besar di Indonesia. Khusus di Kota Makassar akan ditayangkan di tiga lokasi yakni Cinemax, Studio XXI Mal Panakkukang dan Studio 21 di Mal Ratu Indah.
Sedang tema cerita, lanjut Rere, mengadopsi kisah kaum di zaman Nabi Saleh. Kemajuan kaum yang dituangkan dalam bentuk melek teknologi namun selalu berseturu, akhirnya diberi hukuman dengan turunnya bencana gempa bumi.
"Pada akhir film ini, juga sudah ditampilkan kelanjutan ceritanya pada film Bombe tiga, sehingga penonton dapat sedikit gambaran tentang tayangan film berikutnya," kata Rere.
"Film kami selain akan diputar secara serentak di dalam negeri pada 25 Februari 2016, juga akan ditayangkan di luar negeri," kata Syahrir yang lebih akrab disapa Rere saat memberikan keterangan persnya di Makassar, Senin.
Dia mengatakan, film yang diproduksi lokal dan menggunakan pemain lokal di Makassar dan sekitarnya ini, untuk tayangan mancanegera diberi judul "Friendship Forever".
Khusus di Malaysia dan Singapura akan disulih bahasa menjadi Bahasa Inggris, sedang di Thailand dan Filipina akan menggunakan bahasa setempat.
"Kalau di Filipina, film ini dipesan tanpa audio dan akan didubbing dengan menggunakan Bahasa Tagalog," kata produser dan kurator Film "Dumba`-Dumba`" alias film Bombe dua.
Menurut dia, film karya generasi muda Bugis-Makassar ini yang mengusung edukasi untuk anak-anak diproduksi sekitar 13 bulan.
Sementara untuk menayangan perdana akan digelar di sejumlah bioskop di kota besar di Indonesia. Khusus di Kota Makassar akan ditayangkan di tiga lokasi yakni Cinemax, Studio XXI Mal Panakkukang dan Studio 21 di Mal Ratu Indah.
Sedang tema cerita, lanjut Rere, mengadopsi kisah kaum di zaman Nabi Saleh. Kemajuan kaum yang dituangkan dalam bentuk melek teknologi namun selalu berseturu, akhirnya diberi hukuman dengan turunnya bencana gempa bumi.
"Pada akhir film ini, juga sudah ditampilkan kelanjutan ceritanya pada film Bombe tiga, sehingga penonton dapat sedikit gambaran tentang tayangan film berikutnya," kata Rere.