Makassar (ANTARA Sulsel) - Delegasi dari Mongolia menyiapkan menu andalan untuk diperkenalkan pada pengunjung dan peserta International Eight Festival and Forum 2016 ataul F-8 di Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan, 8-19 September 2016.

Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar, Muhammad Roem di Makassar, Rabu, mengatakan meski telah menyampaikan kesiapan memperkenalkan menu andalan, namun negara tersebut masih merahasiakan jenis masakan untuk ditampilkan dalam F-8 nanti.

"Sudah ada sejumlah negara yang telah menginformasikan apa-apa saja yang akan diikuti di F-8, termasuk Mongolia yang memilih `food` untuk kegiatan nanti," katanya.

Untuk pelaksanaan F-8 tersebut, kata dia, sesuai kepanjangannya akan menghadirkan berbagai ajang spesial seperti festival film, fesyen, makanan, flowers, fine art, folks, fusion jazz, hingga fixion writer.

"Untuk jenis makanan dari Mongolia memang belum disebutkan atau didaftarkan ke penyelenggara. Mungkin jelang-jelang pelaksanaan baru diketahui," jelasnya.

Berbeda dengan Mongolia, lanjut dia, Australia sudah memastikan menyajikan sate kanguru dalam ajang tersebut.

Kanguru merupakan hewan asli negara itu tentunya akan membuat menjadi daya tarik tersendiri bagi ara pengunjung F-8, khusunya penyuka kuliner.

"Pihak Australia telah menginformasikan untuk memperkenalkan sate kanguru pada ajang nanti. Ini tentu menarik karena belum pernah disajikan ada di Makassar bahkan mungkin di Indonesia," katanya.

Daging kanguru di Australia memang bukanlah hewan langkah di Australia. Namun soal halal atau tidaknya menurut informasi masih dalam pembahasan Majelis Ulama Indonesia (MUI) meski ada beberapa yang telah menghalalkannya.

Sementara dua negara lain yang juga sudah menyatakan kesiapannya memeriahkan ajang F-8 yakni Norwegia dan Georgia, juga telah menginformasikan untuk mengikutkan sejumlah film.

Norwegia akan segera mengirimkan sebanyak tiga film terbaik serta Georgia dengan dua film yang layak ditunggu.

"Tiga judul film pendek yang akan disertakan oleh Pemerintah Norwegia yakni `Snow`, `Sissy`, dan `Alien Repair Guy`. Sementara dua film dari Georgia sesuai data yang masuk yakni masing-masing berjudul `Dinola` dan `Coffee Break`," katanya.