Makassar (Antara Sulsel) - Manajemen PSM Makassar berupaya menuntaskan proses penandatanganan kontrak seluruh pemain sebelum berkompetisi di Piala Presiden 2017.

Media Officer PSM Andi Widya Syadzwina di Makassar, Kamis, menyatakan pihaknya memang sudah melakukan negosiasi soal harga disela-sela pemusatan latihan di Bali pada 23-31 Januari 2017.

"Manajemen kini mulai memproses kontrak pemain. Kami berharap agenda penandatanganan kontrak sudah bisa kita selesaikan sebelum berangkat ke Bandung," katanya.

Untuk saat ini, PSM telah diperkuat sebanyak 27 pemain diantaranya Denny Marcel, Ahmad Syaiful, Rivky Deython Mokodompit, Hilman (penjaga gawang), Steven Paulle, Hamka Hamzah, Ardan Aras, Hendra Wijaya, Wasyiat Hasbullah, Zulkifli Syukur, Ahmad Hari Ajis Muin, Reva Adi Utama, dan Faturrahman sebagai pemain belakang.

Selanjutnya untuk posisi gelandang dihuni Rasydi Assahid Bakri, Rizky Ahmad Sanjaya Pellu, Syamsul Bachri Haeruddin, Arfan, Raphael Maitimo dan Wiljan Pluim

Sementara posisi penyerang, yakni Ridwan Tawainella, Andri Faisal Amru, Ferdinand Sinaga, M Rahmat, Gozali Muharam Siregar dan Titus Bonai.

Ia menjelaskan, untuk proses penandatanganan kontrak pemain memang dilakukan secera bertahap. Pihaknya juga ingin segera memastikan status pemain sehingga bisa lebih fokus untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan masing-masing.

Tim pelatih juga tetap melanjutkan program dan akan kembali berlath setelah libur dua hari usai melaksanakan pemusatan latihan di Bali.

"Untuk masalah kontrak memang sudah dalam proses dan kita harapkan bisa rampung sebelum berangkat ke Bandung. Kami juga kembali melanjutkan program latihan pada Jumat untuk lebih mematangkan persiapan sebelum berlaga di Piala Presiden 2017," sebutnya.

Sementara CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin mengaku mengaku tidak ragu menaikan nilai kontrak Robert Rene Alberts sebagai Pelatih kepala PSM dan para pemain PSM menghadapi kompetisi Piala Presiden dan Liga 1 2017.

Khusus untuk peningkatan nilai kontrak atau gaji pelatih asal Belanda itu memang lebih besar meski tidak bersedia menyebutkan angka secara rinci dengan alasan tidak etis.

"Tentu ada kenaikan (kontrak) karena selama TSC memang tidak standar (nilai kontraknya). Saya pikir naiknya signifikan meski secara angka-angka biar pelatih yang bersangkutan yang bicara langsung,"katanya.

Ia menjelaskan, Manajemen PSM dan Robert Alberts memang telah berbicara sejak awal terkat nilai kontrak. Menurut dia, jika nilai kontrak selama menukangi PSM di Indonesia Soccer Championnship (ISC) memang tidak standar.

"Saya kira biarkan dia yang menyebutkan sendiri jika memang bersedia. Apalagi soal nilai kobtrak memang sesuatu yang privasi sehingga tidak bisa dipaksakan untuk disebutkan ke publik," katanya.