Pangdam : Jumlah Personel Di Pulau Terluar Memadai
Kamis, 27 April 2017 14:11 WIB
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak (kanan) bersama Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa (kiri) ketika hendak bertolak ke pulau terluar di Kupang, Selasa (25/4). (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Kupang (Antara Sulsel) - Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak menilai jumlah personel pasukan Pengamanan Pulau Terluar di dua pulau terluar NTT sudah sangat memadai.
"Jumlahnya sudah memadai. Tetapi menurut saya besar atau kecil jumlahnya tidak menjadi ukuran, yang penting fasilitasnya memadai saja," katanya kepada wartawan di Kupang, Kamis.
Komaruddin sendiri telah melakukan kunjungan kerja perdananya selama tiga hari di NTT sejak Selasa (25/4) lalu hingga Kamis (27/4) hari ini.
Dalam kunjungan kerja tersebut ia meninjau dua pulau terluar di NTT yakni Batek yang berbatasan dengan Timor Leste serta Pulau Ndana Rote yang berbatasan dengan Australia.
Menurutnya jumlah personel dan fasilitas pasukan di dua pulau terkuar itu sudah sangat memadai. Artinya fasilitas yang dimiliki cukup untuk memberitahukan kepada pasukan di pulau terdekat jika terjadi hal-hal yang mengganggu kedaulatan negara.
"Jika terjadi sesuatu di pulau itu, walaupun jumlah pasukan hanya ada sekitar 26 atau 30 orang, tetapi jika sudah diinformasikan melalui fasilitas komunikasi yang baik maka pasukan terdekat kita hanya dalam waktu 45 menit bisa sampai ke salah satu pulau itu jika terjadi ancaman," tambahnya.
Sementara itu terkait fasilitas pos pemantau di dua pulau tersebut, menurut mantan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat sudah ada karena dibantu oleh pasukan TNI AL yakni Lanal terdekat.
Untuk di pulau Batek ada bantuan pemantauan dari Lanal Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, sementara untuk pemantauan di pulau Ndana Rote dibantu oleh Lanal Rote Ndao.
Dalam kunjungan kerja ke dua pulau terluar itu juga, ia mengatakan situasi keamanan di dua pulau terluar itu dalam kondisi aman dan tidak ada gangguan keamanan di kedua pulau itu.
"Jumlahnya sudah memadai. Tetapi menurut saya besar atau kecil jumlahnya tidak menjadi ukuran, yang penting fasilitasnya memadai saja," katanya kepada wartawan di Kupang, Kamis.
Komaruddin sendiri telah melakukan kunjungan kerja perdananya selama tiga hari di NTT sejak Selasa (25/4) lalu hingga Kamis (27/4) hari ini.
Dalam kunjungan kerja tersebut ia meninjau dua pulau terluar di NTT yakni Batek yang berbatasan dengan Timor Leste serta Pulau Ndana Rote yang berbatasan dengan Australia.
Menurutnya jumlah personel dan fasilitas pasukan di dua pulau terkuar itu sudah sangat memadai. Artinya fasilitas yang dimiliki cukup untuk memberitahukan kepada pasukan di pulau terdekat jika terjadi hal-hal yang mengganggu kedaulatan negara.
"Jika terjadi sesuatu di pulau itu, walaupun jumlah pasukan hanya ada sekitar 26 atau 30 orang, tetapi jika sudah diinformasikan melalui fasilitas komunikasi yang baik maka pasukan terdekat kita hanya dalam waktu 45 menit bisa sampai ke salah satu pulau itu jika terjadi ancaman," tambahnya.
Sementara itu terkait fasilitas pos pemantau di dua pulau tersebut, menurut mantan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat sudah ada karena dibantu oleh pasukan TNI AL yakni Lanal terdekat.
Untuk di pulau Batek ada bantuan pemantauan dari Lanal Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, sementara untuk pemantauan di pulau Ndana Rote dibantu oleh Lanal Rote Ndao.
Dalam kunjungan kerja ke dua pulau terluar itu juga, ia mengatakan situasi keamanan di dua pulau terluar itu dalam kondisi aman dan tidak ada gangguan keamanan di kedua pulau itu.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota DPR RI kecam serangan Israel di Lebanon tewaskan seorang prajurit TNI
30 March 2026 20:41 WIB
TNI: Jenazah Praka Farizal dalam proses pemulangan dari Lebanon ke Indonesia
30 March 2026 16:07 WIB
Personel TNI di UNIFIL gugur, Indonesia desak penyelidikan penuh dan transparan
30 March 2026 11:27 WIB
Jenazah Pratu Marinir Anumerta Andi Suvio diserahan kepada keluarganya di Padang
24 March 2026 4:57 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Bangladesh tutup sementara sekolah dampak krisis energi akibat konflik Timteng
09 March 2026 17:15 WIB