Pemkab Sinjai Gelar Lomba "Mappadekko"
Rabu, 9 Agustus 2017 13:43 WIB
Lomba Mappadekko di Benteng Balangnipa, Sinjai, Sulsel, Rabu (9/08). (FOTO/Humas Pemkab Sinjai)
Sinjai (Antara Sulsel) - Pemerintah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menggelar lomba "Mappadekko" pada festival kesenian dan permainan tradisonal dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun ke-72 kemerdekaan Republik Indonesia.
"lomba ini dimaksudkan untuk melestarikan seni tradisional yang hampir punah serta memotivasi para seniman tradisional untuk tetap memelihara seni mappadekko," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sinjai Yuhadi Samad saat membuka kegiatan tersebut di Sinjai, Rabu.
Menurut Yuhadi, mappadekko atau mappadendang merupakan budaya leluhur, biasa dilakukan setelah panen berhasil.
"sangat disayangkan lomba ini minim peserta, hanya diikuti Kecamatan Sinjai Utara dan Kecamatan Bulupoddo," ujarnya.
Terkait hal tersebut, Yuhadi berharap kedepannya lomba mappadekko ini bisa lebih semarak lagi terutama bagi kaum muda generasi penerus bangsa, harus mengetahui warisan budaya leluhur kita.
"jangan sampai mappadekko atau mappadendang ini punah, jadi kita berharap sanggar seni dan pemerhati budaya yang ada disetiap kecamatan dapat lebih aktif lagi untuk melestarikan budaya-budaya tradisional kita," katanya.
Pemenang lomba selanjutnya akan mengikuti lomba mappaddekko di Kabupaten Pinrang pada akhir Agustus mendatang.
"lomba ini dimaksudkan untuk melestarikan seni tradisional yang hampir punah serta memotivasi para seniman tradisional untuk tetap memelihara seni mappadekko," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sinjai Yuhadi Samad saat membuka kegiatan tersebut di Sinjai, Rabu.
Menurut Yuhadi, mappadekko atau mappadendang merupakan budaya leluhur, biasa dilakukan setelah panen berhasil.
"sangat disayangkan lomba ini minim peserta, hanya diikuti Kecamatan Sinjai Utara dan Kecamatan Bulupoddo," ujarnya.
Terkait hal tersebut, Yuhadi berharap kedepannya lomba mappadekko ini bisa lebih semarak lagi terutama bagi kaum muda generasi penerus bangsa, harus mengetahui warisan budaya leluhur kita.
"jangan sampai mappadekko atau mappadendang ini punah, jadi kita berharap sanggar seni dan pemerhati budaya yang ada disetiap kecamatan dapat lebih aktif lagi untuk melestarikan budaya-budaya tradisional kita," katanya.
Pemenang lomba selanjutnya akan mengikuti lomba mappaddekko di Kabupaten Pinrang pada akhir Agustus mendatang.
Pewarta :
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019
Budaya "Appalili" Kabupaten Gowa terus dipertahankan tingkatkan hasil pertanian
05 December 2019 11:44 WIB, 2019