Bisma Smash Kenalkan Film "Silariang" di F8
Kamis, 7 September 2017 0:32 WIB
Bisma Smash pada perkenalan teaser Film Silariang di panggung F8, Pelayanan Mandar, Pantai Losari Makassar, Sulsel, Rabu (7/9). (ANTARA FOTO/Suriani Mappong)
Makassar (Antara Sulsel) - Bisma vokalis Band Smash memperkenalkan film "Silariang" yang dibintanginya di International Eight Festival (F8) di Makassar.
"Film yang menceritakan kisah sepasang kekasih yang tidak mendapat restu orang tua ini, akan tayang di bioskop pada November 2017," kata Bisma, disela-sela pemutaran teaser film "Silariang" di anjungan Pantai Losari, Makassar, Rabu malam.
Menurut artis yang dikenal sebagai penyanyi dan kini berkiprah di dunia akting` ini, untuk menjiwai tokoh Yusuf yang diperankan butuh waktu yang tidak singkat.
Alasannya, selain mencoba memasuki sosok Yusuf dalam cerita itu, juga harus menyesuaikan logat ataupun dialek Bugis Makassar dalam setiap dialog.
Namun berkat dukungan dari para pemain asal Makassar dan sutradara, akhirnya dapat menguasai karakter tokoh yang diperankan maupun dialeknya.
Proses pembuatan film ini sendiri, imbuh Executive Produser `Film Silariang` Huri A Hasan, kurang lebih tiga bulan dengan tiga lokasi pengambilan gambar yakni Kabupaten Pangkep, Maros dan Kota Makassar.
Hal itu dipaparkan Bisma untuk menjawab pertanyaan salah seorang penonton di panggung "film, theatre and writer" di kawasan Mandar, anjungan Pantai Losari.
Kehadiran Bisma dan kru film Silariang disambut hangat dengan antusiasme penonton yang tidak beranjak dari kawasan Pantai Losari meski menjelang tengah malam.
Saat akan meninggalkan area, sebagian penonton mencoba mengajak Bisma foto bersama, namun tidak semua dapat berswafoto karena segera berlalu dari anjungan Mandar untuk selanjutnya ke panggung utama menggelar hal serupa.
"Film yang menceritakan kisah sepasang kekasih yang tidak mendapat restu orang tua ini, akan tayang di bioskop pada November 2017," kata Bisma, disela-sela pemutaran teaser film "Silariang" di anjungan Pantai Losari, Makassar, Rabu malam.
Menurut artis yang dikenal sebagai penyanyi dan kini berkiprah di dunia akting` ini, untuk menjiwai tokoh Yusuf yang diperankan butuh waktu yang tidak singkat.
Alasannya, selain mencoba memasuki sosok Yusuf dalam cerita itu, juga harus menyesuaikan logat ataupun dialek Bugis Makassar dalam setiap dialog.
Namun berkat dukungan dari para pemain asal Makassar dan sutradara, akhirnya dapat menguasai karakter tokoh yang diperankan maupun dialeknya.
Proses pembuatan film ini sendiri, imbuh Executive Produser `Film Silariang` Huri A Hasan, kurang lebih tiga bulan dengan tiga lokasi pengambilan gambar yakni Kabupaten Pangkep, Maros dan Kota Makassar.
Hal itu dipaparkan Bisma untuk menjawab pertanyaan salah seorang penonton di panggung "film, theatre and writer" di kawasan Mandar, anjungan Pantai Losari.
Kehadiran Bisma dan kru film Silariang disambut hangat dengan antusiasme penonton yang tidak beranjak dari kawasan Pantai Losari meski menjelang tengah malam.
Saat akan meninggalkan area, sebagian penonton mencoba mengajak Bisma foto bersama, namun tidak semua dapat berswafoto karena segera berlalu dari anjungan Mandar untuk selanjutnya ke panggung utama menggelar hal serupa.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019
Budaya "Appalili" Kabupaten Gowa terus dipertahankan tingkatkan hasil pertanian
05 December 2019 11:44 WIB, 2019