Makassar (Antaranews Sulsel) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengingatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai hujan deras yang akan terjadi di wilayah Sulawesi Selatan.
"Untuk beberapa hari ini memang curah hujan cukup deras di beberapa lokasi di wilayah Sulawesi Selatan dan itu juga sudah terlihat tampaknya," ujar Kepala BMKG Wilayah IV A Fachri Radjab di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan, curah hujan yang terjadi ini lebih dari 100 milimeter (mm) dalam 24 jam dan semua tercatat di BMKG Wilayah IV Makassar atau tepatnya 166 mm dan di Stasiun Meteroologi Maritim Paotere tercatat 150 mm dan 162.5 mm pada Stasiun Meteorologi Hasanuddin Makassar.
Curah hujan dengan intensitas lebat ini terjadi karena adanya daerah pertemuan angin di sekitar wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan juga karena adanya angin baratan yang membawa uap air.
Kedua kondisi ini menyebabkan meningkatnya pertumbuhan awan dan hujan di sekitar wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Sulawesi Selatan bagian barat.
Hujan dengan intesitas sedang - sangat lebat juga diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam tiga hari ke depan terutama di wilayah Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, Pinrang, Parepare, Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Kabupaten Bantaeng.
"Angin yang bertiup di atas wilayah Sulawesi Selatan pada umumnya dari arah barat - barat daya dengan kecepatan 05 - 21 knot," katanya.
Untuk tinggi gelombang laut antara 1.25 - 2.5 meter dapat terjadi di Selat Makassar bagian selatan, perairan barat Sulawesi Selatan, perairan Kepulauan Sabalana, Perairan Kepulauan Selayar dan Teluk Bone bagian selatan.
"Untuk beberapa hari ini memang curah hujan cukup deras di beberapa lokasi di wilayah Sulawesi Selatan dan itu juga sudah terlihat tampaknya," ujar Kepala BMKG Wilayah IV A Fachri Radjab di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan, curah hujan yang terjadi ini lebih dari 100 milimeter (mm) dalam 24 jam dan semua tercatat di BMKG Wilayah IV Makassar atau tepatnya 166 mm dan di Stasiun Meteroologi Maritim Paotere tercatat 150 mm dan 162.5 mm pada Stasiun Meteorologi Hasanuddin Makassar.
Curah hujan dengan intensitas lebat ini terjadi karena adanya daerah pertemuan angin di sekitar wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan juga karena adanya angin baratan yang membawa uap air.
Kedua kondisi ini menyebabkan meningkatnya pertumbuhan awan dan hujan di sekitar wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Sulawesi Selatan bagian barat.
Hujan dengan intesitas sedang - sangat lebat juga diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam tiga hari ke depan terutama di wilayah Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, Pinrang, Parepare, Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Kabupaten Bantaeng.
"Angin yang bertiup di atas wilayah Sulawesi Selatan pada umumnya dari arah barat - barat daya dengan kecepatan 05 - 21 knot," katanya.
Untuk tinggi gelombang laut antara 1.25 - 2.5 meter dapat terjadi di Selat Makassar bagian selatan, perairan barat Sulawesi Selatan, perairan Kepulauan Sabalana, Perairan Kepulauan Selayar dan Teluk Bone bagian selatan.