Makassar (Antaranews Sulsel) - Pengukuhan dua Guru Besar Bidang Kesehatan Masyarakat di Ruang Senat Lantai 2, Gedung Rektorat Unhas Selasa ini menggenapkan jumlah guru besar di kampus tersebut menjadi 380 orang.

Kepala Unit Humas dan Protokoler Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman di Makassar, Selasa, mengatakan dua guru besar yang dilantik itu masing-masing Prof Dr Anwar Daud SKM MKes dan Prof Sukri Palutturi SKM MKes MSc PH PhD.

"Keduanya ditetapkan sebagai guru besar bidang Kesehatan Masyarakat, dan dengan pengukuhan kedua profesor ini, jumlah penerima jabatan guru besar di Unhas menjadi 380 orang," katanya.

Ketua Senat Akademik Universitas Hasanuddin, Prof Dr M Tahir Kasnawi SU, dalam sambutannya mengatakan "Hadir lagi di tengah-tengah kita, dua orang guru besar yang mana karena atas kontribusi beliau-beliau, sampai detik ini Unhas bisa tetap mempertahankan akreditasi A," ujarnya.

Sebelum acara penandatanganan penerimaan jabatan guru besar dimulai, kedua profesor tersebut membawakan pidato ilmiah sesuai bidang keahliannya.

Prof Anwar Daud mengangkat tema pidato dengan judul "Kualitas Lingkungan Faktor Penentu Derajat Kesehatan dan Kesetaraan". Sementara Prof Sukri Palutturi membawakan judul "Penguatan Kebijakan dan Politik Health Cities dalam Mewujudkan Indonesia Sehat".

Profesor Anwar Daud dalam pidatonya, mengatakan bahwa indikator kualitas lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan gambaran awal yang memberikan kesimpulan cepat dari suatu kondisi lingkungan hidup pada lingkup dan periode tertentu.

"Kualitas lingkungan yang menurun akibat kegiatan manusia maupun proses alam akan berdampak negatif pada kesehatan, kenikmatan hidup, serta keseimbangan ekosistem dan sumber daya alam. Perlindungan lingkungan merupakan suatu keharusan apabila menginginkan lingkungan yang berkualitas sehingga dapat berkesinambungan untuk mendukung kesejahteraan," kata Prof Anwar.

Sementara itu, Profesor Sukri Palutturi dalam gagasannya mengenai kota-kota sehat (Healthy Cities) menyatakan bahwa dalam upaya mewujudkan Indonesia Sehat, WHO telah memperkenalkan sebuah konsep yang disebut dengan Healthy Cities yang didefiniskan sebagai kota yang bersih dan nyaman yang dapat dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

"Nilai inti Healthy Cities adalah bahwa kesehatan akan menjadi lebih baik ketika kesehatan itu tidak lebih banyak pada pendekatan kuratif tetapi lebih pada meningkatnya kondisi hidup yang lebih baik," tegas Prof Sukri.

Acara penerimaan jabatan guru besar ini dihadiri oleh Rektor dan jajaran Wakil Rektor Unhas, Dewan Profesor, Ketua dan Anggota Senat Akademik, Majelis Wali Amanat, Para Pimpiunan Fakultas dan Departemen di lingkungan Unhas, Ketua Lembaga dan Kepala Bagian, Pimpinan Unit Kerja di Lingkungan Unhas,serta para tamu undangan eksternal diantaranya Para Dekan FKM dari Univesitas Diponegoro, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Tadulako.

Ketua Dewan professor Unhas, Prof Dr Ir Abrar Saleng, SH MH dalam sambutannya menerjemahkan lebih jauh pentingnya Indonesia Sehat.

"Perlindungan lingkungan bertujuan untuk memperoleh kualitas lingkungan yang baik dan sehat, baik sekarang maupun yang akan datang, memerlukan usaha yang sungguh-sungguh, dimana dibutuhkan pula berbagai kebijaksanaan penyelesaian soal secara ilmiah," ujarnya.

Pewarta : Abd Kadir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026