Logo Header Antaranews Makassar

Petugas Pembimbing Haji Harus Bertanggungjawab

Kamis, 15 September 2011 07:37 WIB
Image Print

Poman, Sulbar (ANTARA News) - Pemkab Polewali Mandar, Sulawesi Barat, minta kepada seluruh petugas pembimbing haji untuk tetap bertanggungjawab mengawasi seluruh calon haji Polman yang dibagi dalam kelompok sesuai kloter pemberangkatan.

Wakil Bupati Polman, Najamuddin Ibrahim di Polman, Kamis, menegaskan, seluruh petugas pembimbing jemaah haji asal Polman melakukan pengawasan serta pengawalan secara ketat terhadap seluruh jemaah agar tidak terjadi kesalahan saat keberangkatan maupun saat calon haji berada di Mekkah.

"Meskipun telah dilakukan manasik kepada seluruh calon haji, namun seluruh pembimbing harus tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai aturan, sehingga kemungkinan timbulnya beberapa permasalahan bisa segera diantisipasi," tuturnya.

Ia mengatakan, manasik adalah salah satu media untuk memfasilitasi para jemaah agar memahami pelaksaan dan tuntunan haji, namun hal tersebut belum mesti menjadi jaminan penuh tidak akan timbul permasalahan, sehingga peran pembimbing haji sangat dibutuhkan.

"Bukan berarti kita mengharapkan akan terjadi permasalahan saat penyelenggaraan haji, namun lebih baik seluruh kemungkinan yang bisa saja muncul untuk segera diantisipasi sebelum permasalahan yang terjadi betul-betul mengakibatkan tidak lancarnya perjalanan haji," ungkap Najamuddin.

Pemberangkatan haji dalam waktu dekat harus segera dipersiapkan, ia meminta agar Kementerian Agama Polman memantangkan persiapan seluruh pembimbing haji.

Bukan hanya kepada para pembingmbing haji, Najamuddin juga meminta kepada seluruh jemaah haji agar tetap menjaga prilaku selama menjanakan ibadah haji, sehingga tidak menimbulkan permasalahan yang dapat menjadi penilaian buruk jemaah lain yang berasal dari kabupaten lain, bahkan dari negara lain.

"Seluruh jemaah bertanggungjawab mempertahankan nama baik Indonesia. Baik kepada pemerintah Arab Saudi maupun kepada jemaah lain yang berasal dari luar negeri," ucapnya.

Sebab, lanjutnya, jika muncul permasalahan yang dengan sengaja dilakukan para jemaah haji akan menjadi penilaian buruk bagi warga negara lain dan bisa merusak nama baik Polman dan secara umum akan merusak nama baik Indonesia.

"Untuk itu, calon jemaah haji diharap untuk tidak memutus komunikasi dengan pembimbing haji. Begitu halnya bagi pembimbing haji untuk tetap melakukan kontrol kepada seluruh jemaah agar seluruh harapan pemerintah bisa terjaga dengan baik, hingga seluruh jemaah kembali ke tanah air," harapnya. (T.PSO-284/I006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026