Jepang: Korsel gagal berikan alasan pembatasan perdagangan

id Jepang, korsel,Pembatasan perdagangan

Jepang: Korsel gagal berikan alasan pembatasan perdagangan

Presiden Korsel Moon Jae-in dan istri Kim Jung-sook tiba di Osaka, Jepang, Kamis (27/6/2019) untuk mengikuti KTT G20. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 akan berlangsung pada 28-29 Juni 2019. ANTARA FOTO/REUTERS/Jorge Silva/pras.

Tokyo (ANTARA) - Jepang melakukan aksi balasan terhadap Korea Selatan pada Selasa lantaran menghapus Tokyo dari status perdagangan jalur cepat, dengan menteri industri mengatakan Seoul gagal memberikan alasannya atas langkah terbaru dalam peningkatan sengketa dagang.

Korsel pada Senin mengisyaratkan untuk menyingkirkan Jepang dari daftar negara dengan status perdagangan jalur cepat mulai September, mengutip sejumlah masalah dengan langkah-langkah pengendalian ekspor.

Baca juga: Korsel desak Jepang lakukan 'pendinginan' perselisihan perdagangan

Menteri Perindustrian Jepang, Hiroshige Seko, mengatakan Seoul gagal menunjukkan bagaimana Jepang konon gagal dalam langkah-langkah pengendalian ekspor.

"Dari awal, sama sekali tidak jelas atas dasar apa Korea Selatan dapat mengatakan bahwa langkah-langkah pengendalian ekspor Jepang tidak memenuhi pengendalian ekspor rezim tersebut," kata Seko di Twitter.

Regulasi perdagangan yang lebih ketat, yang mencakup kemungkinan proses pengajuan izin yang lama, akan berlaku untuk ekspor Korsel ke Jepang.

Baca juga: Jepang kepada Korsel : Bangun lagi kepercayaan demi dialog perdagangan

Jepang awal Agustus ini mengumumkan bahwa pihaknya menghapus Korsel dari "daftar putih" negara-negara yang menikmati pembatasan perdagangan minimum miliknya, mengutip pudarnya kepercayaan.

"Pemerintah Jepang memutuskan untuk mengecualikan Korea Selatan dari negara-negara yang masuk dalam daftar putih, menyusul pembatasan ekspor," kata Presiden Korsel Moon Jae-in pada Selasa tanpa menyebut langkah Korsel itu sendiri.

Baca juga: AS akan "lakukan apa saja" untuk bantu Jepang-Korsel

Sumber: Reuters

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar