Dubes Mesir temui Gubernur Bali bahas kerja sama pariwisata

id dubes mesir,gubernur bali,pariwisata

Dubes Mesir temui Gubernur Bali bahas kerja sama pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster berfoto bersama Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ahmed Amr Ahmed Moawad dan rombongan (Antaranews Bali/Dok Humas Pemprov Bali/2019)

Denpasar (ANTARA) - Duta Besar (Dubes) Mesir untuk Indonesia Ahmed Amr Ahmed Moawad menemui Gubernur Bali Wayan Koster untuk membahas kerja sama pariwisata dengan Kota Sharm el-Sheikh yang menjadi pusat pariwisata di Mesir.

"Kami melihat kemajuan Bali yang pesat selama ini khususnya di bidang pariwisata. Oleh sebab itu, kami berharap ke depan bisa menjalin kerja sama antara Provinsi Bali dengan Sharm el-Sheikh, sebuah kota yang menjadi pusat pariwisata di Mesir," kata Moawad saat menemui Gubernur Koster, di Denpasar, Kamis.

Provinsi Bali, lanjut Dubes Mesir, menjadi salah satu tempat wisata favorit warga Mesir, khususnya para pengantin baru yang berbulan madu.

Dubes yang bertugas di Indonesia sejak 2015 itu mengatakan sesungguhnya hubungan antara Indonesia dengan Mesir sudah terjalin sangat lama dan Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Gubernur: Kemendagri setuju Dinas Pemajuan Masyarakat Adat dibentuk

Secara khusus Moawad pun memuji kebijakan Gubernur Bali yang berpedoman pada ajaran Bung Karno. "Presiden Soekarno berteman dekat dengan Presiden Gamal Abdul Nasir dalam menggagas Konferensi Asia Afrika di Bandung," kata Moawad yang juga didampingi Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzy itu.

Namun demikian, lanjutnya, kedekatan antara Indonesia dan Afrika baru terjalin kembali belakangan ini. Ia berharap Mesir bisa menjadi pintu masuk Indonesia ke sejumlah negara lain di Afrika.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Damietta, Mesir, Manal Awad Mikhail yang menyempatkan diri bertandang di sela menghadiri acara IAID di Nusa Dua, Bali mengatakan sangat terkesan dengan kunjungannya ke Bali kali ini.

Beberapa tempat sudah dikunjungi Gubernur Kristen perempuan pertama di Mesir itu, diantaranya sentra kerajinan, beberapa pura, area persawahan dan hutan di area Ubud. "Saya melihat beberapa kesamaan teknik membuat kerajinan antara orang Mesir dengan orang Bali," ujarnya.

Untuk membuktikan ucapannya, Mikhail mengundang Gubernur Bali Wayan Koster untuk berkunjung ke Mesir dan melihat dari dekat peradaban kuno negeri itu yang terkenal di seluruh dunia.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan rasa hormatnya mendapat kunjungan dari tamu negara. Ia mengatakan masa awal kepemimpinannya fokus untuk melakukan penataan pembangunan Bali yang berkelanjutan dengan memperhatikan pelestarian alam, manusia dan budaya yang merupakan aset penting pariwisata Bali.

"Melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kami ingin betul-betul menata ulang agar Bali ini kuat sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno," kata Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali.

Berkenaan dengan itu, mantan anggota DPR RI tiga periode ini, dalam waktu-waktu belakangan ini dirinya belum memiliki rencana untuk melakukan lawatan ke luar negeri.

"Saya sama sekali belum punya rencana pergi ke luar negeri sehubungan masih harus menyelesaikan pondasi pembangunan Bali ke depan," ujarnya

Gubernur Koster tidak lupa menyampaikan terima kasih atas undangan dari tamunya itu, sekaligus memuji Mesir sebagai sebuah bangsa yang demokratis dan memiliki peradaban panjang yang adiluhung.
Baca juga: KBRI Kairo selenggarakan klinik untuk masyarakat Indonesia

Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar