PLN Papua siapkan PLTMG Merauke, kurangi kemungkinan pemadaman listrik

id PLN,pln papua,pltmg merauke

PLN Papua siapkan PLTMG Merauke, kurangi kemungkinan pemadaman listrik

Petugas PLN UIP Papua tengah melakukan pengecekan pada mesin PLTMG Merauke (ANTARA News Papua/HO/PLN UIP Papua)

Jayapura (ANTARA) - PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Papua sedang menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Merauke guna memperkuat sistem kelistrikan di kabupaten setempat.

Manager Unit Pelaksana Proyek PLN UIP Papua Hendra Fitria kepada Antara di Jayapura, Sabtu, mengatakan penyiapan ini dimulai dengan tahapan sinkronisasi pada PLTMG berdaya 20 megawatt (MW) tersebut.

"Sinkronisasi adalah tahapan untuk menguji kemampuan dan kesiapan pembangkit menyalurkan daya listrik ke jaringan listrik yang ada di suatu daerah," katanya.

Menurut Hendra, pihaknya mulai melakukan sinkronisasi sejak 14 September 2019 dan diperkirakan selesai pada 28 September 2019 , sehingga selanjutnya dapat dilanjutkan ke tahap pengujian layak operasi.

"Pembangunan PLTMG yang terletak di Pelabuhan Perikanan Samudera, Kelurahan Karang Indah, ini sudah dimulai sejak 2017 dan kini progres pembangunannya sebesar 93,8 persen, di mana kini daya mampu sistem kelistrikan Merauke sekitar 18,33 MW karena beberapa mesin PLTD sedang dalam tahap pengecekan dan perawatan berkala, sementara beban puncak dapat mencapai 19 MW," ujarnya.

Dia menjelaskan memperhatikan keadaan tersebut, pembangunan PLTMG Merauke menjadi fokus pihaknya agar pemadaman berkurang sehingga masyarakat segera dapat menikmati listrik dengan nyaman.

"PLTMG Merauke merupakan salah satu dari dua pembangkit yang sedang dibangun di Kabupaten Merauke, satu lainnya adalah PLTMG Merauke 2 dengan daya sebesar 20 MW di lokasi yang bersebelahan di mana pembangunan ini adalah bagian dari program 35.000 MW yang dicanangkan oleh pemerintah beberapa tahun lalu," katanya lagi.

Dia menambahkan selain PLTMG Merauke, pihaknya sedang mempersiapkan operasional PLTMG di Biak dan PLTMG Peaker di Jayapura.

Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar