BPPT: Indonesia harus menguasai IoT AI dan cloud

id Hammam riza,internet of things,kecerdasan buatan,cloud computing

BPPT: Indonesia harus menguasai IoT AI dan cloud

Pengunjung melihat alat teknologi robot pada Pameran Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E) 2019 di Jakarta Convention Center, Kamis (3/10/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pras.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan Indonesia harus menguasai internet of things (IoT), komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendorong produktivitas sektor industri dan meningkatkan daya saing bangsa.

"Kecanggihan IoT, cloud dan AI, harus kita kuasai dan kita gunakan untuk meningkatkan produktivitas industri nasional. Jadi mesin, komputer, robot, internet, bukan menggantikan peran manusia tapi kita gunakan sebagai alat untuk mengakselerasi produktivitas industri manufaktur di tanah air," kata Hammam dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, Jakarta, Kamis.

Menurut Hammam, teknologi internet of things (IoT), cloud computing dan kecerdasan buatan (AI) harus dioptimalkan di sektor industri Tanah Air terutama di bidang manufaktur dan pelayanan publik.

Era IoT, cloud, dan AI dapat membantu pemerintah memberi kemudahan masyarakat dalam mendapatkan akses pelayanan.

"Tentu dengan pelayanan masyarakat berbasis digital, akan lebih cepat dan mudah. Layanan seperti izin, catatan kependudukan, layanan kesehatan, dan lainnya, prosesnya akan lebih cepat," ujar Hammam.

Baca juga: BPPT dan BMKG kerja sama pengembangan TMC berbasis kecerdasan buatan
Baca juga: BPPT dorong teknologi kecerdasan buatan dalam keamanan siber


Saat menjadi Ketua Sidang dalam Science and Technology in Society (STS) Forum 2019 pada sesi IoT, Kyoto, Jepang, Rabu (9/10), Hammam mengatakan penerapan IoT di masyarakat harus disertai dengan regulasi keamanan data yang dinamis, kode etik perlindungan data, privasi dan keamanan data.

Science and Technology in Society Forum 2019 adalah pertemuan global yang dilaksanakan sejak 2004 yang merupakan wadah diskusi terbuka dalam format informal untuk membangun jejaring yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang timbul akibat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Forum ini juga diharapkan membuka peluang untuk meningkatkan pemanfaatan dan mengurangi hambatan dalam penerapan iptek dalam upaya menyelesaikan masalah kemanusiaan global.

Baca juga: Kemendikbud seriusi pemanfaatan kecerdasan buatan majukan pendidikan
Baca juga: GK-PnP dan CSIS pamerkan kebolehan robot cerdas Sophia
Baca juga: UI-Idealab bangun pendidikan dan laboratorium kecerdasan buatan

 

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar